Artikel Medis

WHO menerbitkan panduan klinis pertamanya mengenai Hepatitis C


getty_rm_illustration_of_hepatitis_cOrganisasi kesehatan dunia (WHO) baru-baru ini, di hadapan lebih dari 10.000 delegasi yang menghadiri International Liver Congress 2014 London, menerbitkan panduan klinis pertamanya mengenai tatalaksana Hepatitis C. Panduan klinis ini sangat ditunggu oleh karena besarnya dampak hepatitis C terhadap kesehatan dunia, saat ini virus tersebut telah menginfeksi lebih dari 130 juta orang di seluruh dunia dan menyebabkan 350.000-500.000 kematian setiap tahunnya. Semakin menyebarnya penyalahgunaan obat-obatan narkotika suntikan dan perilaku seks bebas semakin mempersulit penanganan infeksi ini, terutama di negara-negara berkembang di mana sarana dan prasarana kurang memadai.

WHO menyadari dengan kondisi seperti di atas dan mulai munculnya obat-obatan baru yang lebih efektif dan aman maka diperlukan sebuah panduan klinis yang dapat menjangkau lebih banyak pasien dan mempertimbangkan tidak hanya dari segi medis namun juga ekonomis dan kemanusiaan. Pertimbangan-pertimbangan dari segi logistik, ekonomis dan kemanusiaan inilah yang diharapkan akan memberikan perbedaan dibandingkan dengan panduan klinis yang dikembangkan oleh organisasi-organisasi profesional negara maju.

Dokter Peter Beyer, penasihat senior WHO untuk Essential Medicines and Health Products Department menyatakan, “Pengobatan hepatitis C saat ini tidak terjangkau untuk sebagian besar pasien-pasien yang membutuhkan. Tantangan saat ini adalah untuk memastikan bahwa semua orang yang membutuhkan obat-obatan ini dapat mengaksesnya.” Lebih lanjut lagi beliau menyatakan, “Pengalaman telah membuktikan bahwa strategi pendekatan majemuk diperlukan untuk memperbaiki akses ke pengobatan, termasuk menciptakan kebutuhan untuk terapi. Penulisan panduan klinis WHO ini merupakan sebuah kunci utama dalam proses ini.”

Panduan klinis baru ini mempunyai sembilan rekomendasi utama, termasuk peningkatan jumlah penapisan infeksi hepatitis C, saran untuk mencegah kerusakan hati untuk orang yang telah terinfeksi dan juga saran bagaimana pemilihan dan penyediaan terapi yang sesuai untuk infeksi hepatitis C kronik. Naskah lengkap dari panduan klinis ini dapat diperoleh secara gratis di http://www.who.int/hiv/pub/hepatitis/hepatitis-c-guidelines/en/.

Berikut adalah beberapa rekomendasi kunci yang membedakan panduan klinis ini: (1) Skrining direkomendasikan untuk populasi berisiko, misal pengguna narkotika suntikan, pekerja seks komersial dan petugas kesehatan; (2) Hasil skrining positif dilanjutkan dengan tes HCV-RNA untuk konfirmasi diagnosis; (3) Penilaian derajat fibrosis di daerah terbatas dapat menggunakan aminotransferase/platelet ratio index (APRI) atau FIB4; (4) Infeksi HCV genotipe 1 direkomendasikan telaprevir atau boceprevir dengan peg-interferon dan ribavirin; (5) Infeksi HCV genotipe 1,2,3,dan 4 direkomendasikan sofosbuvir dengan peg-interferon dan ribavirin.

1 reply »

  1. Kepedulian terhadap masalah kemanusiaan merupakan langkah yang paling baik untuk ikut serta dalam menyelesaikan permasalahan manusia dan suatu hal yang mulia sebagai manusia di mata Tuhan dalam nilai amal kebaikan
    Salam peduli kemanusiaan

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.