Artikel Edukasi

Apakah ASI bisa membuat alergi?


Seorang teman saya baru-baru ini panik oleh karena bayinya yang baru berusia dua bulan tiba-tiba rewel dan buang air besar kehijauan berlendir. Dia takut apakah mungkin anaknya alergi dengan ASI, karena baru-baru ini dokter anaknya menyarankan untuk pantang ikan dan telur. Nah kawan-kawan yuk kita cermati apakah ada alergi terhadap susu? Jawaban gampangnya adalah tentu saja tidak, ASI adalah produk teralami yang dibentuk oleh alam untuk bisa sesuai dengan keperluan tumbuh kembang seorang anak, tapi tentu saja jawabannya tidak sesederhana demikian.

Apakah mungkin ada alergi susu?

Seperti sudah saya katakan di atas tentu saja tidak ada. Air Susu Ibu atau ASI adalah produksi sintesis dari payudara ibu, yang membawa komponen material genetik sama seperti ibu. Bayi sendiri 50% materi genetik sama seperti ibu dan 50% sama seperti ayah, jadi kalau bayi dikatakan alergi ASI berarti dia alergi terhadap komponen dirinya sendiri, tidak masuk akal bukan?

Tapi dok bisakah dia alergi terhadap 50% komponen genetik ibu? Tentu saja bisa, reaksi hipersensitivitas baik dari janin atau dari ibu banyak terjadi pada saat kandungan, namun demikian kondisi seperti ini hampir selalu menyebabkan kematian janin atau paling tidak permasalahan yang berat pada saat lahir. Jadi seorang bayi sehat dan bisa mendapatkan ASI tidak mungkin alergi terhadap air susu tersebut, meskipun 50% merupakan material genetik ibu.

 

Lalu kenapa sebagian bayi tidak bisa minum ASI?

Pada beberapa kasus bayi bisa mendapatkan permasalahan saat minum ASI, bisa ditandai dengan diare, kolik, gagal tumbuh kembang dan tidak mau menyusu melalui puting ibu. Hal ini adalah kondisi yang kita bilang sebagai Kolitis ASI (radang saluran cerna bagian besar atau kolon). Kondisi ini terjadi bukan karena bayi tersebut alergi terhadap ASI, melainkan alergi terhadap komponen makanan dari ibu.

Alergi makanan pada masa kanak-kanak terbanyak berasal dari susu sapi, diikuti oleh telur, kacang-kacangan, kedelai dan gandum. Pada kolitis ASI bayi yang alergi terhadap salah satu makanan di atas dan produk turunannya (keju, mentega, yoghurt untuk susu, kecap asin, kecap manis untuk kedelai, tepung terigu, mie untuk gandum) dapat mengalami alergi pada saat sang ibu menyantap makanan tersebut. Jadi katakanlah bayi tersebut alergi terhadap susu sapi, saat ibu makan yoghurt sebagai makanan sarapan, protein susu sapi yang terkandung juga ada di dalam ASI, sehingga bayi tersebut mengalami reaksiĀ alergi pada saat dirinya menyusu.

hero-icons.png

Makanan penyebab alergi tersering adalah susu sapi, telur, kacang-kacangan, kedelai dan gandum pada anak-anak. Sedangkan ikan, udang dan kerang-kerangan adalah penyebab tersering pada dewasa. Sumber http://www.foodallergyaustin.com

Anak saya sepertinya menderita kolitis ASI, apa yang harus saya lakukan?

Kolitis ASI bukan kondisi yang sering dijumpai di Indonesia, apabila anda mencurigai kondisi ini pada bayi anda, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter spesialis anak yang berkompeten di bidang alergi. Dokter anda akan mengevaluasi melalui pemeriksaan khusus seperti tes alergi kulit dan pengambilan riwayat medis yang teliti untuk menentukan apakah benar anak anda menderita kolitis ASI.

Apa yang bisa saya lakukan dahulu sebelum konsultasi ke dokter anak spesialis alergi?

Ada beberapa hal yang bisa anda lakukan sebelum konsultasi, hal pertama yang harus anda lakukan adalah pastikan anak anda terus mendapatkan ASI. Air Susu Ibu tetap merupakan makanan terbaik untuk bayi, di dalam ASI anda mendapatkan gizi yang seimbang, nutrisi yang mudah dicerna oleh saluran cerna si kecil dan terpenting adalah transfer protein daya tahan tubuh yang kita sebut imunoglobulin.

Bayi hanya alergi terhadap komponen protein makanan yang ibu makan dan kebetulan ikut masuk ke dalam saluran ceran si kecil pada saat ia menyusu. Oleh karena sebagian besar alergi disebabkan oleh susu sapi dan komponennya, anda boleh coba dulu tidak meminum susu sapi, termasuk keju, mentega, yoghurt dan apapun yang bisa mengandung susu sapi di dalamnya. Telitilah terlebih dahulu karena seringkali banyak produk olahan, suplemen, makanan jadi atau snack yang mungkin mengandung susu tanpa kita sadari. Cermatlah membaca label komponen makanan dan sebisa mungkin makan makanan masakan sendiri.

Perhatikan gejala si kecil, apakah rewel, kolik, diare dan nafsu makannya perbaikan, apabila demikian maka dia alergi terhadap susu sapi. Hindari memberikan susu formula, biskuit bayi dan produk makanan lain yang mungkin mengandung protein susu sapi sampai usia satu tahun. Setelah itu anda bisa bertahap memperkenalkan kembali terhadap susu sapi dan produk olahannya sampil memperhatikan apakah muncul gejala alergi seperti gatal-gatal, bengkak dan diare berlendir setelah minum atau makan produk turunan susu sapi.

Apabila gejala bayi anda tidak ada perbaikan, anda bisa mencoba pantang telur, kacang-kacangan seperti kacang tanah, almond, hazelnut, kedelai dan produk turunannya serta gandum. Prosedur ini lebih sulit dana memerlukan pemantauan ketat, sebaiknya dipandu oleh dokter anak spesialis alergi dan dokter spesialis gizi klinik untuk mencegah anda kekurangan gizi yang akan membuat ASI anda menjadi kurang berkualitas.

Akhir kata, tetap semangat bunda dan usahakan memberikan ASI eksklusif 6 bulan dan terus memberikan ASI selama anda mungkin. Namun demikian apabila karena satu dan lain hal anda tidak bisa memberikan ASI, jangan khawatir saat ini susu formula pun dapat memberikan nutrisi optimal yang hampir menyerupai kualitas ASI.

Pertanyaan dan diskusi lebih lanjut bisa email saya di http://www.stevent.sumantri@gmail.com atau twit di @steventmd. Salam sehat selalu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.