Artikel Edukasi

Mengenal Sayur-Sayuran yang harus dihindari untuk Penyintas Autoimun


Apakah Anda makan dengan sehat dan memperhatikan diet sebagai cara untuk mengelola gejala autoimun, tapi mengapa Anda terus memiliki gejala seperti kembung, sakit perut, nyeri sendi atau ruam? Meskipun telah mengonsumsi makanan yang Anda yakini sehat, berikut beberapa sayuran yang dapat memicu gejala autoimun tanpa disadari.

Nightshade-Graphic

Keluarga Nightshade

Tomat, kentang, terung, paprika dan cabai-cabaian semua berasal dari tanaman yang merupakan anggota keluarga nightshade. Nightshades bisa menjadi masalah bagi banyak orang karena kandungan lektin, saponin dan/atau capsaicin. Sayuran ini cenderung menjadi lebih bermasalah bagi orang-orang dengan penyakit autoimun.

Ada lebih dari 2000 spesies tanaman di keluarga nightshade, yang sebagian besar tidak termakan dan banyak yang sangat beracun (seperti nightshade dan jimsomweed yang mematikan). Tembakau juga merupakan nightshade, dan diketahui menyebabkan masalah jantung, paru-paru, dan peredaran darah serta kanker dan masalah kesehatan lainnya (beberapa hal ini berkaitan dengan racun lain dalam produk tembakau yang berasal dari pengolahan).

 

Biji-bijian dan kacang-kacangan

Kita sudah tahu bahwa gluten, protein dalam gandum adalah zat peradangan. Namun, gandum tidak sendirian. Banyak tanaman yang kita konsumsi mengandung protein serupa yang meningkatkan peradangan di tubuh dan berkontribusi pada leaky gut. Penyintas autoimun perlu menghindari makanan seperti biji-bijian dan kacang-kacangan, setidaknya sampai peradangan mereka telah mereda dan usus mereka telah sembuh.

 

Biji-bijian yang kita makan adalah benih keluarga Poaceae, biasa disebut biji serealia atau rumput sereal. Keluarga ini meliputi, antara lain gandum, jelai, gandum hitam, jagung, millet, sorgum, dieja, teff, nasi, dan nasi liar. Pseudograins adalah benih tanaman yang digunakan dengan cara yang sama seperti biji-bijian. Mereka sering dipromosikan sebagai alternatif bebas gluten, dan contohnya meliputi biji quinoa dan chia. Kacang polong adalah tanaman di keluarga Fabaceae atau kacang polong. Keluarga ini termasuk kacang-kacangan, semanggi, alfalfa, kacang lentil, kacang tanah, buncis, kacang lima, kedelai, dan lainnya.

Mengapa Anda harus menghindari makanan ini jika memiliki penyakit autoimun? Berikut adalah beberapa alasan utama:

  • Bahan kimia tertentu dalam makanan ini dapat membuat peradangan di tubuh kita.
  • Makanan (seperti biji) yang tidak mudah dicerna membuat sistem pencernaan kita bekerja ekstra keras.
  • Makanan yang belum dan sebagian tercerna di usus menyebabkan pertumbuhan bakteri berlebihan.
  • Biji-bijian, pseudograin, dan kacang-kacangan yang tidak tercerna berkontribusi pada leaky gut.

Kale, Brokoli, Kembang Kol dan keluarganya (HANYA untuk kelainan Tiroid)

Kale dianggap makanan goitrogenik, yang berarti mengandung zat (goitrogen) yang dapat menyebabkan tiroid yang membesar. Sebenarnya, semua sayuran seperti kangkung dianggap goitrogenik, termasuk arugula, bok choy, brokoli, kubis brussel, kol, kembang kol, sayuran collard, sawi, lobak, dan selada air.

Sayuran ini mengandung zat tiosianat, yang dalam konsentrasi sangat tinggi, dapat mengganggu nutrisi yodium yang memadai. Tiroid membutuhkan yodium untuk menghasilkan hormon tiroid, dan sehingga apabila terpapar tiosianat dengan jumlah yang sangat tinggi dapat menyebabkan hipotiroidisme (tiroid yang kurang aktif) dan pertumbuhan kelenjar tiroid (gondok).

Dalam beberapa laporan membuat jus kale adalah penyebab utama. Meskipun belum diteliti secara khusus, jus kale mengkonsentrasikan sayuran dan berpotensi menimbulkan risiko lebih besar terhadap defisiensi yodium dan hipotiroidisme.

1 reply »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.