Artikel Edukasi

Manfaat kortikosteroid untuk pengobatan autoimun


Kortikosteroid adalah obat buatan mirip dengan kortisol, hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal secara alami. Kortikosteroid sering disebut dengan istilah singkat “steroid.” Kortikosteroid berbeda dengan senyawa steroid terkait hormon pria yang terkadang disalahgunakan oleh para olahragawan. Golongan obat ini merupakan salah satu pengobatan autoimun yang utama, selain golongan imunosupresan (bisa dibaca lebih lengkap disini)

Apa saja jenis steroid?

Jenis kortikosteroid meliputi kortison, prednison, dan metilprednisolon. Prednison dan metilprednisolon adalah jenis steroid yang paling umum digunakan untuk mengobati penyakit reumatologis tertentu.

1487928227475397029Lupred

Prednisolone sering diberikan untuk menangani kondisi autoimunitas yang beragam.

Bagaimana steroid diberikan?

Steroid tersedia dalam beberapa bentuk yang bervariasi, dapat diberikan secara lokal, ke tempat yang tepat dimana ada masalah, atau sistemik, yang berarti seluruh “sistem” atau badan. Contoh pengobatan steroid lokal termasuk injeksi sendi, tetes mata, tetes telinga, dan krim kulit. Perawatan steroid sistemik meliputi obat-obatan oral (diberikan melalui mulut) atau obat-obatan yang dikirim langsung ke pembuluh darah (intravena atau IV) atau otot (intramuskular). Steroid sistemik beredar melalui aliran darah ke berbagai tempat tubuh. Bila memungkinkan, perawatan steroid lokal lebih disukai dibanding steroid sistemik untuk mengurangi risiko efek samping.

Bagaimana cara kerja steroid?

Steroid bekerja dengan mengurangi proses inflamasi dan aktivitas sistem kekebalan tubuh. Inflamasi adalah proses di mana sel darah putih dan sistem pertahanan humoral melindungi terhadap infeksi dan zat asing seperti bakteri atau virus. Pada penyakit tertentu, sistem pertahanan tubuh (sistem imun) tidak berfungsi dengan baik. Hal ini dapat menyebabkan inflamasi bereaksi melawan jaringan tubuh dan menyebabkan kerusakan. Tanda-tanda inflamasi meliputi kemerahan, kehangatan, pembengkakan, dan nyeri. Steroid mengurangi produksi sitokin-sitokin yang menyebabkan inflamasi. Ini membantu menjaga kerusakan jaringan serendah mungkin. Steroid juga mengurangi aktivitas sistem kekebalan tubuh dengan cara mempengaruhi cara kerja sel darah putih.

Kapan steroid diberikan?

Steroid digunakan untuk mengobati banyak kondisi di mana sistem pertahanan tubuh tidak berfungsi dengan baik dan menyebabkan kerusakan jaringan. Steroid bisa menjadi terapi utama penyakit tertentu. Untuk kondisi lain, steroid hanya bisa digunakan secara hati-hati atau bila tindakan lain belum berhasil. Steroid digunakan dalam pengobatan untuk kondisi radang rematik tertentu, seperti:

  • Vaskulitis sistemik (pembengkakan pembuluh darah),
  • Myositis (radang otot),
  • Rheumatoid arthritis (radang radang kronis),
  • Lupus eritematosus sistemik (penyakit umum yang disebabkan oleh fungsi sistem kekebalan tubuh yang abnormal).
aid4736830-728px-4736830-1

Lupus eritematosus sistemik merupakan salah satu indikasi utama pemberian kortikosteroid.

Kapan steroid bermanfaat?

Saat inflamasi mengancam kerusakan organ tubuh kritis, steroid bisa menyelamatkan organ dan dalam banyak kasus, juga nyawa. Misalnya, steroid dapat mencegah pembengkakan ginjal yang memburuk, yang dapat menyebabkan gagal ginjal pada orang penderita lupus atau vaskulitis. Bagi pasien ini, terapi steroid bisa menghambat kebutuhan akan dialisis ginjal atau transplantasi. Steroid dosis rendah mungkin memberikan perbaikan yang signifikan dari rasa sakit dan kekakuan pada orang dengan rheumatoid arthritis. Penggunaan jangka pendek dari dosis steroid dosis tinggi dapat membantu seseorang pulih dari radang sendi yang parah.

Bagaimana dokter memutuskan steroid adalah pengobatan yang tepat?

Keputusan untuk meresepkan steroid selalu dilakukan secara individual. Dokter akan mempertimbangkan usia, aktivitas fisik, dan obat-obatan lain yang Anda pakai. Dokter juga akan memastikan Anda memahami potensi manfaat dan risiko steroid sebelum mulai memakainya. Manfaat potensial dan risiko steroid bervariasi tergantung:

    • Sifat dan tingkat keparahan penyakit yang diobati
    • Adanya atau tidak adanya alternatif pengobatan lain
  • Adanya atau tidak adanya masalah medis penting lainnya

Sebagaimana setiap pengobatan, terapi menggunakan steroid juga bisa menyebabkan beberapa efek samping, silahkan baca disini untuk informasi lebih lanjut.

13 replies »

    • Steroid saat digunakan dengan tepat adalah pengobatan autoimun yang aman, efek samping menjadi banyak apabila digunakan terus menerus dengan dosis tinggi. Sebagian besar penyintas autoimun membutuhkan steroid dosis sangat rendah untuk mengendalikan genetik autoimunnya, pada beberapa individu bisa dicoba untuk menghentikan apabila kondisi penyakitnya sudah sangat stabil dan sudah teratur menjalankan pola LDHS dengan baik dan konsisten. Semoga membantu.

      Suka

  1. Selamat siang dok. Mau tanya, apakah penggunaan steroid ini ada efek negatif nya? Serta apakah ada interaksi buruk jika diberikan dengan obat lain? Terima kasih.

    Disukai oleh 1 orang

  2. Dokter, sy penyintas autoimun Systemic Scleroderma, tegak diagnosa bulan April 2018 oleh dokter di RS Mahkota- Melaka. Sebelumnya sudah berobat di Jogja dg bbrp dokter al.: dokter kulit, dokter peny dalam, dokter paru selama satu tahun gak ada kemajuan, bahkan berat badan turun 23 kg, rambut rontok, kulit menghitam, telapak tangan meradang pecah2, batuk, sesak nafas, gak ada nafsu makan, setiap makan muntah, badan lemas, gak bisa duduk di bawah krn gak bisa bangun, dll. Krn berobat di Jogja gak ada kemajuan berarti, lalu sy diajak anak sy utk cari second opinion di Melaka. Akhirnya diketahui Autoimun Scleroderma.
    Sy diberi prednisolon 5 mg sehari 12 butir. Dosis tsb turun setiap 2 mg satu btr. Setiap bulan sy kontrol ke Melaka. Pd bulan kedua sy diperiksa juga oleh dokter paru. Ada radang pada paru2. Bulan ketiga diketahui juga ada radang pada salurannyg menghubungkan jantung dan paru, diperiksa oleh dokter jantung. Waktu itu tensi sy tinggi dan badan bengkak. Muka sudah moonface. Terakhir kontrol bulan September, sy terdiagnosis kena osteopenia. Waktu itu punggung sy nyeri sekali, lalu dirongent ada frakture L3 dan L4. Lalu test DXA T score -2,3. Sekarg dosis prednisolon sy sudah 20 mg. Pertanyaannya :
    1. Apakah osteopenia yg sy alami ini krn penggunaan steroid? Ataukah faktor lain seperti usia (sy usia 64 th), menopause, faktor nutrisi makanan?
    2. Kapankah sy bisa bebas dr konsumsi steroid?
    Terimakasih Dokter

    Disukai oleh 1 orang

    • Osteopenia bisa disebabkan oleh karena steroid, usia lanjut, kurang asupan kalsium dan vitamin D. Kalau pada usia ibu yang 64 tahun saya rasa keempat faktor tersebut memainkan peranan. Ada baiknya selain diberikan rehabilitasi medik, kalsium dan vitamin D3 juga diperlukan golongan penguat tulang seperti bifosfonat, bisa ditanyakan ke dokter yang merawat ibu ya. Steroid bisa diturunkan perlahan-lahan dosisnya, untuk bisa berhenti atau tidak sangat bergantung pada kondisi masing-masing individu bu.

      Suka

  3. Sy bertanya lagi dokter, diluar steroid. Sehubungan dg diagnosa osteopenia, sy menjalani terapi Prolia baru satu kali suntikan. Suntikan berikutnya 6 bln kemudian. Bisakah sy menghentikan terapi suntikan berikutnya dg LDHS. Krn sehabis disuntik badan sy nyeri sekali sampai seminggu tidak bisa bergerak dan beraktivitas?

    Suka

  4. Selamat siang Dokter..mohon pencerahannya
    Anak sy (18) sebelum divonis sle sdh mengalami osteoporosis, dan skrg menjalani terapi obat kortikosteroid, awalnya 42 tablet per minggu skrg Alhamdulillah berkurang mjd 20 tablet. Diberi cavit d dan vit D3 5000.
    Skrg nyeri dan linu di tulang panggul dan selangkangan semakin bertambah.
    #Apakah ini salah satu efek kortikosteroid atau sebab lain?
    #Apakah cavit d dan vit D3 5000 dianggap cukup untuk mencegah osteoporosis nya?

    Oh ya, Sumber kalsium dr makanan yg rutin sy beri kan : yoghurt, pisang, ikan teri, kaldu tulang sapi, biji wijen.
    Terimakasih

    Disukai oleh 1 orang

    • Kalau ada nyeri ditulang panggul dan selangkangan kemungkinan besar karena gangguan tulang disebabkan steroid, baiknya dikonsultasikan ke dokter yang merawat untuk dilakukan MRI buat melihat apakah ada kematian jaringan di daerah panggul anak ibu. Suplemen vitamin D disesuaikan dengan kadar di dalam darah ya, untuk lupus baiknya antara 50-100 ng/dL.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.