Artikel Medis

Penyakit Kulit Mematikan mendapat Obat Baru Pertama setelah 60 Tahun


Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyetujui rituximab (Rituxan) untuk pengobatan orang dewasa dengan pemfigus vulgaris (PV) sedang hingga berat demikian rilis dari perusahaan farmasi Genentech.

Pemfigus vulgaris sendiri merupakan kondisi kulit yang berpotensi mematikan jika tidak ditangani dengan baik. Kondisi ini ditandai dengan peluruhan menyakitkan yang progresif baik pada kulit dan selaput lendir. Kondisi yang langka dan berpotensi mengancam nyawa ini meliputi hingga 80% dari kasus pemfigus, sekelompok gangguan autoimun yang mempengaruhi 30.000 hingga 40.000 orang setiap tahunnya di seluruh dunia. Penyakit ini terutama mempengaruhi individu usia lanjut, yang lebih rentan mengalami komplikasi terkait kondisi ini seperti infeksi dan kanker kulit.

Penelitian yang mendukung persetujuan dari FDA, dilakukan dari 2010 hingga 2012, dengan merandomisasi 90 pasien untuk pengobatan rituximab plus predison jangka pendek (n = 46) dibandingkan dengan predison tunggal (n = 44). Setelah observasi selama 24 bulan, 89% pasien yang diobati dengan kombinasi berada dalam remisi lengkap dan tidak lagi mendapatkan terapi, dibandingkan dengan 34% dari mereka yang hanya diberikan prednison tunggal (perbedaan absolut 55%, 95% CI 38,4% -71,7%; P <0,0001) .

Efek samping derajat 3/4 efek samping lebih mungkin terjadi pada kelompok prednisone tunggal (53 kejadian pada 29 pasien dibandingkan 27 kejadian pada 16 pasien). Efek samping yang paling umum terjadi adalah diabetes dan gangguan endokrin (21% versus 22% untuk prednisone dan rituximab / prednisone, masing-masing), miopati (19% versus 11%), dan gangguan tulang (9% versus 19%). Tidak ada kematian yang terjadi selama penelitian.

Rituxan® (rituximab) adalah terapi biologis pertama yang disetujui oleh FDA untuk PV dan kemajuan besar pertama dalam pengobatan penyakit ini dalam lebih dari 60 tahun. Dengan keputusan FDA hari ini, Rituxan sekarang disetujui untuk mengobati empat penyakit autoimun diantaranya adalah artritis reumatoid, granulomatosis Wagener dan poliangiitis mikroskopik selain tentunya PV.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.