Artikel Edukasi

Mengenal dan memahami dampak pedoman Lima Dasar Hidup Sehat (LDHS) untuk Orang dengan Autoimun (ODAI)


Pedoman pola hidup yang kita kenal dengan LDHS terdiri dari beberapa komponen prinsip yang apabila dilakukan secara teratur dan disiplin akan menghasilkan kehidupan dan kesehatan yang seimbang. Kesaksian dari banyak anggota komunitas Marisza Cardoba Foundation (MCF) setelah menjalankan pola hidup ini luar biasa, banyak yang berhasil remisi tanpa obat dan lebih banyak lagi yang setidaknya mampu menurunkan dosis obat rutin serta menjalani hidup dengan lebih berenergi dan sehat.

Pola LDHS terdiri dari prinsip-prinsip seperti berikut:

Gaya hidup sehat

Komponen ini terdiri dari pemilihan makanan sehat, memeriksakan kesehatan secara berkala dan menjaga kebersihan. Sebagaimana telah dijabarkan di atas dengan menerapkan prinsip pemilihan makanan rendah kalori, rendah kadar antigen dan tinggi zat anti inflamasi telah terbukti membantu menurunkan aktivitas peradangan terkait dengan autoimunitas.

Selain itu pemeriksaan kesehatan berkala juga merupakan hal yang sangat penting bagi ODAI, hal ini dikarenakan kondisi kesehatannya yang kompleks memerlukan pemantauan oleh ahli yang kompeten dan mengetahui luar dalam mengenai karakteristik individual pasien. Saat ini kawan-kawan ODAI dapat mengontrol kesehatannya ke beberapa ahli yang mengkhususkan diri di AI, diantaranya di bidang penyakit dalam adalah: Konsultan Alergi Imunologi (Sp.PD-KAI), Konsultan Rheumatologi (Sp.PD-KR) dan Konsultan Hemato-Onkologi (Sp.PD-KHOM), sedangkan untuk bidang kesehatan anak bisa dikonsultasikan ke Konsultan Alergi Imunologi Anak.

Menjaga kebersihan merupakan hal yang harus dilakukan oleh semua individu, terutama kawan-kawan ODAI yang oleh karena gangguan pada sistem imunitas membuatnya rentan terkena penyakit menular apabila tidak menjaga diri dengan baik. Pastikan mencuci tangan sebelum makan, pakai masker apabila orang sekitar ada yang menderita sakit, hindari berkunjung ke rumah sakit kecuali diperlukan dan selalu pakai masker bila di tempat tersebut. Usahakan juga untuk mendapatkan imunisasi terhadap dua penyakit mematikan yang sering mengenai kawan-kawan ODAI, yakni influenza (vaksin setahun sekali) dan pneumonia (vaksin tiap 5 tahun sekali, atau sekali apabila berusia di atas 60 tahun). Baca lebih lanjut mengenai vaksinasi untuk ODAI di sini.

Aktif mandiri

Terdiri dari olahraga 30 menit setiap hari dan aktif menanam bahan pangan sendiri. Manfaat olahraga untuk penyintas autoimun sangat banyak, mulai dari memperbaiki kebugaran jasmani melalui peningkatan kapasitas kerja jantung dan paru, memperbaiki kualitas tidur dan irama sirkadian sampai meningkatkan kapasitas antioksidan alamiah tubuh dan meningkatkan kerja sistem imunitas tubuh baik dalam melawan infeksi maupun menekan inflamasi yang terjadi.

15250-a-young-woman-stretching-outdoors-before-exercising-pv

Olahraga sangat penting untuk menjaga kesehatan ODAI, baca lebih lanjut di sini

Masing-masing penyintas AI punya kekhususan sendiri terkait keterlibatan organ menyangkut olahraga apa yang paling aman untuk dilakukan. Namun beberapa prinsip olahraga perlu diperhatikan secara umum (baca lebih lanjut olahraga untuk ODAI), diantaranya adalah:

  • Pilih olahraga dengan intensitas ringan-sedang, banyak studi menunjukkan manfaat terbaik olahraga didapat dengan aktivitas yang memacu jantung secara aman.
  • Pilih olahraga dengan tekanan sendi minimal (low impact exercise). Banyak kawan penyintas yang memiliki keterlibatan sendi (RA, SLE dsb) sehingga memerlukan olahraga yang aman untuk sendi.
  • Lakukan olahraga secara teratur, 30 menit setiap kali, 3-5 kali per minggu dengan 1 hari istirahat diantara waktu. Istirahat diperlukan untuk tubuh dapat mengembalikan kapasitas antioksidan dan metabolisme alamiah diantara waktu tersebut.
  • Kalau kita melihat prinsip-prinsip di atas, yakni memacu jantung secara aman, tekanan sendi minimal plus disertai dengan prinsip-prinsip peregangan maka Yoga, Pilates dan Tai Chi adalah olah raga terbaik untuk para penyintas AI. Ketiga olahraga ini menggabungkan peregangan sendi, latihan kardiovaskular, keseimbangan dan juga meditasi yang sangat berguna untuk membantu mempertahankan baik fisik, psikis maupun sistem imunitas penyintas AI dalam kondisi optimal. Namun pastikan bahwa anda memiliki pembimbing yang baik untuk memastikan tidak terjadi kesalahan postur dalam melakukan ketiga olahraga di atas.

Pengendalian stress

Komponen ini terdiri dari ibadah, komunikasi positif dan manajemen waktu. Berdoa termasuk meditasi dan perenungan, dalam agama dan kepercayaan apapun, telah terbukti mampu meredakan peradangan terkait infeksi dan autoimunitas. Studi-studi yang ada menunjukkan aktivitas berdoa dan meditasi adalah proses kompleks yang melibatkan perubahan kognisi, memori, kontrol sosial dan emosional, serta menyebabkan perbaikan pada berbagai kardiovaskular, neurologis, autoimun, dan patologi ginjal.

Demikian juga komunikasi positif dan menjaga hubungan baik dengan sesama manusia, baik orang-orang dekat seperti teman dan keluarga maupun orang-orang lain di sekitar kita merupakan penentu utama tingkat kesehatan individual. Study yang dilakukan oleh Universitas Harvard selama lebih dari 80 tahun telah menunjukkan bahwa terlepas dari genetik, sosial ekonomi dan geografi, ternyata kebahagiaan dan kepuasan hidup yang ditunjang dengan hubungan baik terhadap sesama merupakan penentu utama kesehatan baik di usia 50 tahun maupun 80 tahun. (Tips travelling untuk ODAI)

family

Jalan-jalan bersama keluarga merupakan salah satu cara ampuh untuk meredakan stress, baca tips travelling sehat untuk ODAI di sini.

Di lain pihak manajemen waktu seringkali menjadi hal yang dilupakan oleh manusia modern, terutama tidur yang berkualitas. Studi-studi yang ada menunjukkan gangguan tidur kronik akan menyebabkan gangguan irama sirkadian dan mencetuskan inflamasi serta gangguan autoimunitas. Usahakan tidur 7-8 jam setiap harinya dengan lampu dimatikan dan suara sunyi untuk mendapatkan manfaat optimal, dalam tidur tubuh mengembalikan keseimbangan antioksidan dan hormonal tubuh.

Terus belajar

Komponen ini terdiri dari bergabung dengan komunitas pembelajar, ketahui hak dan kewajiban pasien, ketahui informasi obat dan mengelola keuangan dengan baik. Bergabung dengan komunitas pembelajar seperti di keluarga LDHS-MCF merupakan satu langkah terbaik untuk dapat terus belajar dan berkembang dalam mengendalikan kondisi autoimunitas yang dialami. Terus belajar dan mendapatkan informasi baru dari sumber yang tepat dan terpercaya akan membuat kita dapat menjalani pengobatan dengan baik dan aman. Hindari mendapatkan informasi dari internet atau sumber lainnya tanpa mengkonfirmasi terlebih dahulu dengan sesama penyintas dan ahli di bidangnya. Selain itu ketahui pula bahwa pasien berhak mendapatkan informasi memadai dan pengobatan optimal dari dokter yang merawat, namun juga patut mengetahui kewajiban pasien seperti menjaga privasi dan hubungan baik dengan tenaga medis terkait.

Pelajari segala hal mengenai obat-obatan yang dikonsumsi, mulai dari kegunaan, cara pakai dan juga efek samping terkait obat tersebut. Kawan-kawan ODAI mendapatkan banyak obat dan seringkali dari banyak dokter, pastikan mempunyai satu dokter utama yang menangani dan konsultasikan segala obat yang diberikan oleh dokter lain untuk mencegah terjadinya efek samping dan interaksi obat yang merugikan.

Selain itu pintar-pintarlah mengelola keuangan, menabung dan berwirausaha serta belajar bijak menggunakan asuransi kesehatan baik itu swasta maupun pemerintah (JKN-BPJS), karena kondisi AI merupakan keadaan kronik yang membutuhkan waktu dan usaha besar dalam menanganinya.

Hidup positif

Komponen ini terdiri dari menyeimbangkan otak kanan dan kiri, bekerja cerdas dan tersenyum setiap saat. Sistem kekebalan dan saraf saling terkait erat, masing-masing dapat secara langsung mempengaruhi perilaku satu sama lain. Otak dapat mempengaruhi fungsi kekebalan tubuh melalui glukokortikoid dan katekolamin serta stimulasi langsung organ limfoid. Sistem kekebalan tubuh juga dapat mempengaruhi fungsi otak dengan berbagai mekanisme, seperti yang kita alami saat sakit infeksi di mana perasaan lelah dan tidak mau makan merupakan usaha dari sistem kekebalan tubuh untuk membantu pemulihan diri.

Usahakan untuk mengaktifkan kedua sisi otak kita, di mana otak kiri banyak dipakai untuk berpikir, berhitung dan merencanakan sesuatu sedangkan otak kanan untuk kemampuan artistik seperti melukis, musik dan memasak. Keseimbangan kedua otak ditunjang dengan senyum yang selalu menghiasi wajah kita setiap waktu akan membuat keseimbangan imunitas kita menjadi lebih baik, seperti yang ditunjukkan oleh studi Universitas Harvard di dua paragraf sebelumnya.

Akhir kata, kehidupan ini adalah sebuah proses, demikian juga dalam melaksanakan pola Lima Dasar Hidup Sehat, kita tidak bisa memaksakan bahwa semuanya akan berjalan bersamaan dan langsung menunjukkan hasil yang baik. Lakukan selangkah demi selangkah, satu komponen demi satu komponen, nikmati prosesnya dan bukan hanya berusaha mendapatkan hasil yang instan. Bersabar, berusaha dan berdoa hingga suatu saat kita bisa bersama menjemput remisi. Salam Lima Dasar Hidup Sehat.

1 reply »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.