Artikel Edukasi

9 Cara Terbaik untuk Mencegah Efek Samping Kortikosteroid


Pada artikel sebelumnya kita sudah membahas mengenai beberapa efek samping pengobatan menggunakan kortikosteroid (baca disini). Nah sekarang kita akan bahas lebih lanjut mengenai 9 cara yang bisa kita lakukan untuk mencegah atau menghambat terjadinya efek samping tersebut. Jangan lupa, selalu konsultasikan dengan dokter yang merawat sebelum melakukan perubahan apapun terhadap terapi yang diberikan ya.

Kontrol ulang secara rutin dengan dokter yang merawat

Dokter akan menjadwalkan kunjungan rutin agar perkembangan penyakit, kerja obat, serta ada atau tidaknya efek samping dapat terus dipantau. Namun, pasien dapat datang kapanpun bila terdapat efek samping yang dirasakan agar dapat menerima arahan berikutnya. Selain itu, akan dilakukan beberapa pemeriksaan secara berkala seperti kadar gula darah, berat badan, tekanan darah, serta kadar elektrolit serum darah seperti natrium, agar dapat mengetahui apakah masih berada dalam batas normal, dan apakah perlu dilakukan tindakan evaluasi serta pencegahan lanjut apabila ditemukan hasil yang tidak normal.

Mengurangi konsumsi karbohidrat, gula, lemak, dan garam

Mengurangi konsumsi karbohidrat seperti nasi, roti, tepung, serta makanan-makanan manis yang mengandung gula, agar meminimalisir peningkatan kadar gula darah. Asupan lemak juga perlu dikurangi untuk meminimalisir penumpukkan lemak di tubuh, dengan cara diet rendah lemak dengan mengurangi konsumsi potongan daging sapi yang berlemak, susu dan produk susu, minyak, santan, dan lain-lain, serta makan kecil (buah-buahan, sayur, produk makanan dan minuman rendah lemak) diantara makan besar. Sementara, untuk meminimalisir peningkatan tekanan darah, perlu mengurangi asupan garam dengan menghindari konsumsi garam dapur dan minuman bersoda, karena dapat meningkatkan kadar natrium di aliran darah, merusak keseimbangan, serta mengurangi kemampuan ginjal untuk membuang air, sehingga dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah akibat dari cairan yang berlebihan.

Kacang-kacangan dan biji-bijian merupakan sumber karbohidrat yang tidak hanya baik sebagai sumber energi, namun juga kayak akan nutrisi esensial seperti vitamin, mineral dan juga kalsium.

Baca panduan memilih karbohidrat yang ideal untuk ODAI disini.

Mengonsumsi makanan tinggi kalsium

Kalsium merupakan mineral yang membantu otot, saraf, dan sel-sel untuk bekerja secara normal. Tubuh kita juga membutuhkan kalsium (serta fosfor) untuk membentuk tulang yang sehat. Tulang merupakan tempat penyimpanan kalsium utama di tubuh kita. Namun, tubuh kita tidak dapat membentuk kalsium. Tubuh hanya akan mendapatkan kalsium yang dibutuhkan melalui makanan yang kita makan, atau dari suplemen. Bila kita tidak memiliki kalsium yang cukup cukup, maka tulang-tulang akan menjadi rapuh atau tidak tumbuh seperti yang seharusnya.

Maka dari itu, untuk mencegah kerapuhan tulang atau yang biasa disebut osteoporosis, perlu makan makanan yang kaya akan kalsium dengan anjuran setidaknya 1500 mg kalsium perharinya. Contoh makanan yang kaya akan kalsium yaitu susu rendah lemak, keju, yogurt, lobak, sayur-sayuran hijau seperti bayam, brokoli, ikan salmon, serta suplemen kalsium.

Catatan khusus: bila konsumsi suplemen kalsium maksimal 1000mg, karena kita sudah dapat dari makanan harian supaya tidak berlebihan. Jangan lupa juga perbanyak konsumsi sayuran hijau tua yang kaya akan vitamin K, karena kalsium membutuhkan vitamin K dan D untuk masuk ke dalam tulang.

Mengonsumsi vitamin D

Dalam keadaan normal, saluran cerna kita memang tidak begitu baik dalam menyerap kalsium. Kebanyakan orang hanya mengabsorpsi 15%-20% dari kalsium yang dimakan. Vitamin D dapat membantu saluran cerna kita untuk mengabsorpsi kalsium lebih banyak. Anjuran konsumsi vitamin D per hari adalah 800 unit. Beberapa makanan yang mengandung vitamin D yaitu ikan-ikanan, seperti tuna, salmon, produk hasil olahan susu, hati sapi, kuning telur, atau suplemen-suplemen vitamin D.

Vitamin D merupakan komponen penting dalam metabolisme tulang dan sistem imun kita, pastikan asupan kita cukup ya.

Catatan khusus: bagi ODAI seringkali ditemukan kekurangan kadar vitamin D di dalam darah, suplementasi yang disarankan diawali dengan 2000 unit dan disesuaikan dosisnya setiap 3 bulan agar kadar di dalam darah minimal 50 ng/ml. Baca panduan untuk mendapatkan kadar sinar matahari dan vitamin D yang ideal disini.

Pemeriksaan densitas mineral tulang (kepadatan tulang)

Yang dimaksud dengan densitas mineral tulang (kepadatan tulang) atau bone mineral density (BMD) adalah berapa banyak kalsium dan mineral-mineral lain yang terdapat pada suatu bagian dari tulang kita. Kepadatan tulang paling tinggi pada umur antara 25-35 tahun, dan menurun seiring bertambahnya usia. Hal tersebut dapat menyebabkan tulang menjadi rapuh, sehingga dapat mudah patah, bahkan tanpa adanya riwayat jatuh atau cedera lainnya.

Pemeriksaan BMD dilakukan menggunakan tes sinar-x absorpsiometri energi ganda yang disebut sebagai scan DXA. Pemeriksaan BMD DXA ini dilakukan dengan menggunakan alat yang memanfaatkan sinar X dengandosis sinar X yang sangat kecil sehingga relatif dapat diabaikan. Pemeriksaan ini tidak invasif, mudah, relatif murah dan akurat, serta dapat mendeteksi kasus osteoporosis dini yang tidak tereteksi dengan pemeriksaan lain. Pada umumnya pemeriksaan BMD ditujukan pada 3 lokasi/titik yaitu: tulang belakang bagian bawah (pinggang), paha atas, dan pergelangan tangan.emeriksaan ketiga tempat tersebut dilakukan dalam waktu yang sama dan dapat juga dilakukan pada seluruh tubuh (total body).

Apabila hasil dari BMD menunjukkan anda mengalamin osteopenia (kelemahan tulang) atau osteoporosis (keropos tulang) dokter dapat memberikan terapi golongan bifosfonat untuk menguatkan tulang dan mencegah terjadinya patah tulang.

Melakukan olahraga teratur dan kurangi resiko jatuh

Dianjurkan juga untuk tetap melakukan aktivitas dan olahraga yang cukup untuk menghindari terjadinya penurunan massa otot (atrofi otot) dan juga kelemahan tulang. Hentikan atau kurangi kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol, karena keduanya dapat meningkatkan resiko osteoporosis. Perlu menghindari atau berhati-hati pada lingkungan yang dapat meningkatkan resiko jatuh, seperti berhati-hati saat berada pada lantai yang licin seperti kamar mandi, atau memasang karpet anti licin di kamar mandi, perhatikan jalanan terutama bila ada turunan atau tangga kecil yang sering tidak terlihat, singkirkan barang-barang yang kiranya dapat membuat tersandung, seperti barang-barang kecil yang berserakan di lantai rumah, serta pastikan pencahayaan cukup terang terutama saat malam hari.

Olahraga merupakan komponen penting dalam hidup sehat, tidak hanya menjaga kesehatan jantung dan sistem imun, namun juga menjaga kekuatan tulang dan otot sehingga mencegah dan mengurangi risiko jatuh.

Baca mengenai olahraga terbaik untuk ODAI disini.

Meminimalisir gangguan pencernaan

Pada kasus yang ringan, iritasi saluran cerna bagian atas dapat dicegah dengan mengonsumsi kortikosteroid bersama makanan, atau sesaat setelah makan. Selain itu dapat juga dipertimbangkan konsumsi obat lain yaitu ranitidin, yang dapat menghambat pembentukan asam lambung serta mencegah munculnya gangguan pencernaan. Konsumsi obat anti inflamasi non steroid seperti ibuprofen dan aspirin juga perlu dihentikan atau dihindari, karena penggunaan yang bersamaan dengan steroid dapat meningkatkan resiko gangguan pencernaan. Konsumsi alkohol juga perlu dikurangi, kalau bisa di hentikan, terutama saat mengonsumsi kortikosteroid.

Perhatikan juga beberapa makanan yang dapat menimbulkan iritasi lambung seperti asam dan pedas juga sedapat mungkin dihindari apabila anda mengalami gangguan lambung. Gangguan saluran cerna oleh karena gluten juga dapat menjadi pertimbangan apabila keluhan lambung anda disertai dengan nyeri perut dan diare. Juga perlu diperhatikan asupan makanan kaya probiotik dan prebiotik yang dapat membantu menjaga kesehatan saluran cerna, contoh tradisional seperti tempe, tauco, kimchi, tape dan berbagai makanan fermentasi lainnya.

Gluten seringkali menjadi penyebab terjadinya gangguan saluran cerna bagi individu dengan kondisi autoimun, kurangi atau pantang konsumsinya apabila anda mengalaminya.

Baca lebih lanjut mengenai pola makan untuk individu dengan gangguan saluran cerna disini.

Menghindari infeksi

Karena steroid menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh seseorang, maka seseorang dapat dengan mudah terkena infeksi dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi steroid. Infeksi dapat dihindari dengan cara menjaga kebersihan diri serta memperhatikan kebersihan makanan. Beberapa contohnya adalah dengan cara rutin mencuci tangan, hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan kotor, menjaga kebersihan alat kelamin, menghindari konsumsi makanan yang kurang bersih, menggunakan masker mulut terutama bila sering menggunakan fasilitas umum, tidak berbagi barang pribadi dengan orang lain seperti sikat gigi, handuk, sapu tangan, alat makan, dan lain-lain.

Vaksinasi tetap merupakan komponen penting pencegahan infeksi yang harus dipertimbangkan pada ODAI, konsultasikan dengan dokter yang merawat mengenai rekomendasi vaksin apa yang harus dilakukan.

Catatan khusus: Jangan lupa vaksinasi juga merupakan hal penting yang harus dipertimbangkan untuk ODAI yang memenuhi syarat, baca lebih lanjut mengenai vaksinasi pada autoimun disini.

Tidak menghentikan obat secara tiba-tiba

Jangan menghentikan konsumsi kortikosteroid secara tiba-tiba atau menurunkan dosis tanpa arahan dari dokter, meskipun pasien merasa bahwa dirinya sudah sembuh atau bebas gejala dari penyakit yang menyebabkan ia mengonsumsi kortikosteroid. Dokter akan menurunkan dosis tersebut secara perlahan. Hal ini perlu diperhatikan karena menghentikan secara tiba-tiba atau menurunkan tanpa arahan yang jelas akan sebabkan kekambuhan dari kondisi autoimun atau syok karena tubuh tidak sempat menyesuaikan terhadap penurunan kadar hormon steroid yang mendadak.

Demikian 9 cara yang dapat kita lakukan untuk mencegah atau menghambat komplikasi akibat penggunaan steroid jangka panjang, sebagian besar saran-saran yang ada di atas tentunya sudah dilakukan apabila teman-teman menjalani pola Lima Dasar Hidup Sehat secara teratur. Baca lebih lanjut mengenai panduan pola Lima Dasar Hidup Sehat disini. Semoga kita semua selalu sehat dan bermanfaat bagi sesama.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa komentar dan bertanya di kolom diskusi dibawah ini, atau isi form kontak untuk berdiskusi via email kepada dr. Stevent Sumantri, DAA, SpPD secara langsung. Follow akun twitter saya di @steventMD, Instagram di alergi.imunologi atau facebook page di Blog Alergi Imunologi Klinik untuk mendapatkan informasi terbaru dan berdiskusi tentang masalah autoimun, alergi, asma, HIV-AIDS dan vaksinasi dewasa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.