Kategori: Artikel Edukasi

Vitamin D dan hubungannya dengan kondisi autoimunitas

Vitamin D mengacu pada serangkaian hormon steroid yang biasanya terkait dengan penyerapan dan kalsium serta fosfat. Vitamin D hadir dalam dua bentuk utama, vitamin D3 (cholecalciferol) dan vitamin D2 (ergocalciferol). Kedua bentuk vitamin D tersedia dalam jumlah terbatas pada sumber makanan dan sintesis vitamin D3 terkait matahari adalah sumber utama pada manusia. Setelah tertelan, vitamin D2 dan D3 pertama kali diproses hati dan kemudian menjalani hidroksilasi di ginjal untuk menjadi aktif. Bentuk aktif vitamin D3 dikenal dengan calcitriol, atau 1,25 (OH) 2D. Lanjutkan membaca “Vitamin D dan hubungannya dengan kondisi autoimunitas”

Mari mengenal lebih jauh mengenai pengobatan AI: Imunosupresan

Obat imunosupresan adalah golongan obat yang menekan, atau mengurangi, kekuatan sistem kekebalan tubuh. Beberapa obat ini digunakan untuk membuat tubuh tidak menolak organ transplantasi, seperti hati, jantung, atau ginjal, obat ini disebut obat anti-penolakan. Obat imunosupresan lainnya sering digunakan untuk mengatasi gangguan autoimun seperti lupus, psoriasis, dan rheumatoid arthritis. Lanjutkan membaca “Mari mengenal lebih jauh mengenai pengobatan AI: Imunosupresan”

Mengenal efek samping kortikosteroid dalam pengobatan autoimun

Konsumsi kortikosteroid jangka panjang untuk pengobatan autoimun dapat menyebabkan terjadinya efek samping. Kemungkinan efek samping tergantung pada dosis, jenis steroid, dan lama pengobatan. Beberapa efek sampingnya lebih serius dibanding yang lainnya. Mari baca lebih lanjut untuk mempelajarinya. Lanjutkan membaca “Mengenal efek samping kortikosteroid dalam pengobatan autoimun”

Manfaat kortikosteroid untuk pengobatan autoimun

Kortikosteroid adalah obat buatan mirip dengan kortisol, hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal secara alami. Kortikosteroid sering disebut dengan istilah singkat “steroid.” Kortikosteroid berbeda dengan senyawa steroid terkait hormon pria yang terkadang disalahgunakan oleh para olahragawan. Golongan obat ini merupakan salah satu pengobatan autoimun yang utama, selain golongan imunosupresan (bisa dibaca lebih lengkap disini) Lanjutkan membaca “Manfaat kortikosteroid untuk pengobatan autoimun”

Mari mengenal lebih jauh mengenai Hepatitis Autoimun

Hepatitis autoimun adalah peradangan yang terjadi saat sistem kekebalan tubuh berbalik melawan sel hati. Penyebab pasti hepatitis autoimun tidak jelas, namun faktor genetik dan lingkungan berinteraksi seiring waktu dalam memicu penyakit ini. Hepatitis autoimun yang tidak diobati dapat menyebabkan pengerasan hati (sirosis) dan akhirnya gagal hati. Ketika didiagnosis dan diobati dini, hepatitis autoimun dapat dikontrol dengan obat-obatan yang menekan sistem kekebalan tubuh. Transplantasi hati mungkin menjadi pilihan ketika hepatitis autoimun tidak merespons dengan pengobatan obat atau bila penyakit hati sudah lanjut. Lanjutkan membaca “Mari mengenal lebih jauh mengenai Hepatitis Autoimun”

Mari mengenal Kondisi Autoimun Vaskulitis : Pengobatan dan Dukungan

Bagaimana cara mengobati vaskulitis?

Pengobatan berfokus pada pengendalian peradangan dengan obat-obatan dan mengatasi penyakit mendasar yang memicu vaskulitis Anda. Untuk vaskulitis, Anda bisa menjalani dua tahap pengobatan – pertama menghentikan peradangan dan kemudian mencegah kambuh (terapi pemeliharaan). Lanjutkan membaca “Mari mengenal Kondisi Autoimun Vaskulitis : Pengobatan dan Dukungan”

Mari mengenal Kondisi Autoimun Vaskulitis : Tanda dan Gejala

Vaskulitis adalah kondisi peradangan yang terjadi di pembuluh darah. Kondisi ini menyebabkan perubahan pada dinding pembuluh darah, termasuk penebalan, pelemahan, penyempitan atau jaringan parut. Perubahan ini bisa membatasi aliran darah, mengakibatkan kerusakan organ dan jaringan. Ada banyak jenis vaskulitis, dan kebanyakan dari kondisi-kondisi iniĀ  jarang terjadi. Vaskulitis mungkin hanya mempengaruhi satu organ, atau beberapa organ. Kondisinya bisa bersifat jangka pendek (akut) atau Panjang (kronis). Vaskulitis dapat menyerang siapa saja, meskipun beberapa jenis lebih umum terjadi pada kelompok tertentu. Bergantung pada jenis yang diderita, kondisi anda bisa membaik tanpa pengobatan. Beberapa jenis lainnya memerlukan obat untuk mengendalikan peradangan dan mencegah flare-up. Vaskulitis juga dikenal sebagai angiitis dan arteritis. Lanjutkan membaca “Mari mengenal Kondisi Autoimun Vaskulitis : Tanda dan Gejala”

Mari mengenal pengobatan dan pengaturan gaya hidup untuk penyintas Sindrom Antifosfolipid

Sindrom antifosfolipid terjadi saat sistem kekebalan tubuh menyerang beberapa protein normal dalam darah, dalam hal ini salahsatunya adalah fosfolipid (komponen penting dari sistem pembekuan darah). Hal ini dapat menyebabkan penggumpalan darah di arteri atau vena, yang dapat menyebabkan komplikasi kehamilan, seperti keguguran dan lahir mati. Beberapa pengobatan dapat diberikan untuk mencegah terjadinya pembekuan darah dan komplikasi pada sindrom antifosfolipid. Selain itu kita juga akan membahas mengenai apa yang harus diperhatikan oleh penyintas APS untuk kewaspadaan di rumah. Lanjutkan membaca “Mari mengenal pengobatan dan pengaturan gaya hidup untuk penyintas Sindrom Antifosfolipid”

Mari mengenal lebih jauh mengenai Sindrom Antifosfolipid dan pembekuan darah abnormal

Sindrom antifosfolipid terjadi saat sistem kekebalan tubuh menyerang beberapa protein normal dalam darah, dalam hal ini salahsatunya adalah fosfolipid (komponen penting dari sistem pembekuan darah). Hal ini dapat menyebabkan penggumpalan darah di arteri atau vena, yang dapat menyebabkan komplikasi kehamilan, seperti keguguran dan lahir mati. Bekuan darah di pembuluh darah kaki dapat juga menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai deep vein thrombosis (DVT). Kerusakan akibat penggumpalan darah di organ tubuh lain, seperti ginjal, paru atau otak, bergantung pada luas dan letak gumpalan. Misalnya, bekuan di otak bisa menyebabkan stroke. Tidak ada obat untuk sindrom antifosfolipid, tapi perubahan gaya hidup, diet dan obat-obatan tertentu dapat mengurangi risiko penggumpalan darah. Lanjutkan membaca “Mari mengenal lebih jauh mengenai Sindrom Antifosfolipid dan pembekuan darah abnormal”