Kategori: Artikel Edukasi

Apakah ASI bisa membuat alergi?

Seorang teman saya baru-baru ini panik oleh karena bayinya yang baru berusia dua bulan tiba-tiba rewel dan buang air besar kehijauan berlendir. Dia takut apakah mungkin anaknya alergi dengan ASI, karena baru-baru ini dokter anaknya menyarankan untuk pantang ikan dan telur. Nah kawan-kawan yuk kita cermati apakah ada alergi terhadap susu? Jawaban gampangnya adalah tentu saja tidak, ASI adalah produk teralami yang dibentuk oleh alam untuk bisa sesuai dengan keperluan tumbuh kembang seorang anak, tapi tentu saja jawabannya tidak sesederhana demikian.

Lanjutkan membaca “Apakah ASI bisa membuat alergi?”

Apa itu Lupus Eritematosus Sistemik?

Lupus Eritematosus Sistemik atau disingkat LES adalah penyakit autoimun,  dimana sistem imun menyerang tubuh kita sendiri. Bagian-bagian tubuh yang terkena bermacam ragam seperti kulit, sendi, ginjal, otak, dan organ-organ lainnya. Imun tubuh sebenarnya diperlukan untuk melawan virus, bakteri dan zat-zat asing lainnya yang masuk ke dalam tubuh. Namun, pada penyakit autoimun, sistem imun tubuh menyerang tubuhnya sendiri. Lanjutkan membaca “Apa itu Lupus Eritematosus Sistemik?”

Mari mengenal HIV-AIDS lebih jauh

Oleh Audric Albertus S.Ked, dr. Stevent Sumantri Sp.PD

Menurut WHO (World Health Organization), telah lebih dari 70 juta orang yang terjangkit virus HIV dan sekitar 35 juta pasien meninggal karena HIV. Sebanyak 36,7 juta orang di dunia sudah terjangkit HIV sampai akhir 2015 dan sebanyak 1,1 juta orang meninggal karena penyakit ini.

hivaids

Mari mengenal lebih jauh mengenai HIV-AIDS, tanda gejala dan kapan anda harus memeriksakan diri.

Lanjutkan membaca “Mari mengenal HIV-AIDS lebih jauh”

Mengenal lebih jauh mengenai alergi makanan

Apakah yang dimaksud alergi makanan?

Alergi makanan adalah reaksi tidak diharapkan terhadap bahan makanan yang disebabkan oleh mekanisme sistem imun, dalam hal ini adalah imunoglobulin E spesifik terhadap komponen makanan. Alergi makanan harus dibedakan dengan intoleransi makanan, di mana reaksi yang terjadi tidak disebabkan oleh karena mekanisme sistem imun. Reaksi alergi makanan bisa mulai dari gatal-gatal di kulit, bengkak di wajah dan sekitar mulut, konstipasi, diare sampai reaksi anafilaksis yang mengancam jiwa. Di lain hal, intoleransi makanan lebih sering dijumpai oleh masyarakat, terutama gejala diare atau sakit perut setelah makan makanan tertentu seperti produk susu (susu segar, bubuk, keju, krim dan mentega).

foodallergies

Makanan yang sering menyebabkan alergi, mulai dari udang, gandum, kacang-kacangan, susu dan produk susu serta telur.

Lanjutkan membaca “Mengenal lebih jauh mengenai alergi makanan”

Tungau Debu Rumah dan Pencegahan Asma

Asma merupakan salah satu penyakit saluran pernapasan yang semakin sering kita jumpai saat ini. Gejala mulai dari batuk malam hari, sesak napas sampai serangan asma akut yang dapat berujung pada gagal napas serta kematian apabila tidak ditangani dengan baik. Kunci penanganan asma yang baik tidak hanya bergantung kepada obat-obatan, namun juga dengan pengendalian lingkungan yang baik. Hal-hal sederhana inilah yang sering dilupakan, baik oleh pasien dan juga dokter sehingga penanganan asma menjadi tidak optimal. Hari ini kita akan membahas salah satu pencetus asma yang paling sering ditemui, namun sering tidak kita sadari yakni tungau debu rumah.  Lanjutkan membaca “Tungau Debu Rumah dan Pencegahan Asma”

Setelah metformin, apakah obat anti-diabetes baru lebih baik?

metforminPenggunaan sulfonilurea sebagai terapi lini kedua untuk diabetes tipe 2 sama efektifnya dengan obat-obatan yang lebih baru, namun jauh lebih murah, demikian hasil dari sebuah studi baru yang diterbitkan di jurnal Diabetes Care oleh Zhang Yuanhui dkk. dari University of North Carolina State. Para peneliti menjelaskan bahwa saat ini ada 11 golongan anti-diabetes yang disetujui, dengan Metformin sebagai terapi lini pertama oleh karena banyaknya bukti jangka panjang yang menunjukkan efektivitas dan keamanannya. Pada saat metformin sudah tidak mampu mempertahankan kendali glukosa maka anti-diabetik lainnya dapat ditambahkan. Namun demikian sampai saat ini tidak ada konsensus ataupun bukti-bukti yang mampu mendukung secara jelas pemilihan obat-obatan ini. Lanjutkan membaca “Setelah metformin, apakah obat anti-diabetes baru lebih baik?”

Kesehatan Ginjal untuk Semua

wkd-logo-retina.pngHari Kamis kedua bulan Maret, yang pada tahun ini jatuh pada tanggal 12 Maret diperingati sebagai Hari Ginjal Sedunia (HSG). Hari Ginjal Sedunia diperingati mulai tahun 2006 dan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya ginjal terhadap kualitas kesehatan individu, serta menurunkan morbiditas dan mortalitas terkait permasalahan ginjal. Tahun ini HSG 2015 mengambil tema “Kesehatan Ginjal untuk Semua” untuk lebih meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai hal-hal apa saja yang dapat dilakukan dalam rangka memperbaiki dan mempertahankan kesehatan ginjal kita. Lanjutkan membaca “Kesehatan Ginjal untuk Semua”

Perluasan Skala Global Terapi Antiretroviral

90Tahun 2015 ini ada yang spesial dari peringatan hari AIDS sedunia, ini merupakan tahun pertama dari penerapan strategi baru dalam usaha memerangi HIV-AIDS. Strategi yang mulai didengungkan oleh UNAIDS pada tahun 2014 disebut sebagai strategi 90-90-90. Strategi ini merupakan usaha untuk menekankan potensi terapi antiretroviral (ARV) untuk merubah arah epidemi HIV secara besar-besaran. Baru-baru ini semakin disadari potensi ARV untuk memperbaiki kualitas dan memperpanjang harapan hidup Orang Dengan HIV-AIDS (ODHA). Dengan dikembangkannya obat-obatan ARV efektif dan dengan efek samping yang minimal, saat ini dimungkinkan dimulainya pengobatan lebih awal, sebelum virus mempunyai kesempatan untuk merusak sistem imun.

Lanjutkan membaca “Perluasan Skala Global Terapi Antiretroviral”

Menjaga kualitas kesehatan tulang pada penyintas Lupus

Kualitas dan ketahanan tulang merupakan salah satu fondasi penting untuk menjaga kehidupan yang produktif dan menyenangkan. Tulang yang kuat membuat anda dapat melakukan banyak hal tanpa harus dikhawatirkan dengan kemungkinan nyeri ataupun kerapuhan tulang yang dapat menyebabkan patah tulang. Namun demikian, Lupus, baik penyakitnya sendiri maupun pengobatan yang diberikan untuk mengontrol dapat menyebabkan terjadinya kondisi osteoporosis. Selain itu, rekan-rekan Odapus (Orang dengan Lupus) seringkali mengalami kondisi hipersensitivitas terhadap cahaya matahari yang membuatnya tidak dapat mendapatkan cahaya matahari mencukupi untuk menjaga kesehatan tulang. Lanjutkan membaca “Menjaga kualitas kesehatan tulang pada penyintas Lupus”