Kategori: Hidup Sehat

Mengenal lebih jauh mengenai alergi makanan

Apakah yang dimaksud alergi makanan?

Alergi makanan adalah reaksi tidak diharapkan terhadap bahan makanan yang disebabkan oleh mekanisme sistem imun, dalam hal ini adalah imunoglobulin E spesifik terhadap komponen makanan. Alergi makanan harus dibedakan dengan intoleransi makanan, di mana reaksi yang terjadi tidak disebabkan oleh karena mekanisme sistem imun. Reaksi alergi makanan bisa mulai dari gatal-gatal di kulit, bengkak di wajah dan sekitar mulut, konstipasi, diare sampai reaksi anafilaksis yang mengancam jiwa. Di lain hal, intoleransi makanan lebih sering dijumpai oleh masyarakat, terutama gejala diare atau sakit perut setelah makan makanan tertentu seperti produk susu (susu segar, bubuk, keju, krim dan mentega).

foodallergies

Makanan yang sering menyebabkan alergi, mulai dari udang, gandum, kacang-kacangan, susu dan produk susu serta telur.

Lanjutkan membaca “Mengenal lebih jauh mengenai alergi makanan”

Tungau Debu Rumah dan Pencegahan Asma

Asma merupakan salah satu penyakit saluran pernapasan yang semakin sering kita jumpai saat ini. Gejala mulai dari batuk malam hari, sesak napas sampai serangan asma akut yang dapat berujung pada gagal napas serta kematian apabila tidak ditangani dengan baik. Kunci penanganan asma yang baik tidak hanya bergantung kepada obat-obatan, namun juga dengan pengendalian lingkungan yang baik. Hal-hal sederhana inilah yang sering dilupakan, baik oleh pasien dan juga dokter sehingga penanganan asma menjadi tidak optimal. Hari ini kita akan membahas salah satu pencetus asma yang paling sering ditemui, namun sering tidak kita sadari yakni tungau debu rumah.  Lanjutkan membaca “Tungau Debu Rumah dan Pencegahan Asma”

WHO menerbitkan panduan klinis pertamanya mengenai Hepatitis C

getty_rm_illustration_of_hepatitis_cOrganisasi kesehatan dunia (WHO) baru-baru ini, di hadapan lebih dari 10.000 delegasi yang menghadiri International Liver Congress 2014 London, menerbitkan panduan klinis pertamanya mengenai tatalaksana Hepatitis C. Panduan klinis ini sangat ditunggu oleh karena besarnya dampak hepatitis C terhadap kesehatan dunia, saat ini virus tersebut telah menginfeksi lebih dari 130 juta orang di seluruh dunia dan menyebabkan 350.000-500.000 kematian setiap tahunnya. Semakin menyebarnya penyalahgunaan obat-obatan narkotika suntikan dan perilaku seks bebas semakin mempersulit penanganan infeksi ini, terutama di negara-negara berkembang di mana sarana dan prasarana kurang memadai. Lanjutkan membaca “WHO menerbitkan panduan klinis pertamanya mengenai Hepatitis C”

Setelah metformin, apakah obat anti-diabetes baru lebih baik?

metforminPenggunaan sulfonilurea sebagai terapi lini kedua untuk diabetes tipe 2 sama efektifnya dengan obat-obatan yang lebih baru, namun jauh lebih murah, demikian hasil dari sebuah studi baru yang diterbitkan di jurnal Diabetes Care oleh Zhang Yuanhui dkk. dari University of North Carolina State. Para peneliti menjelaskan bahwa saat ini ada 11 golongan anti-diabetes yang disetujui, dengan Metformin sebagai terapi lini pertama oleh karena banyaknya bukti jangka panjang yang menunjukkan efektivitas dan keamanannya. Pada saat metformin sudah tidak mampu mempertahankan kendali glukosa maka anti-diabetik lainnya dapat ditambahkan. Namun demikian sampai saat ini tidak ada konsensus ataupun bukti-bukti yang mampu mendukung secara jelas pemilihan obat-obatan ini. Lanjutkan membaca “Setelah metformin, apakah obat anti-diabetes baru lebih baik?”

Kesehatan Ginjal untuk Semua

wkd-logo-retina.pngHari Kamis kedua bulan Maret, yang pada tahun ini jatuh pada tanggal 12 Maret diperingati sebagai Hari Ginjal Sedunia (HSG). Hari Ginjal Sedunia diperingati mulai tahun 2006 dan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya ginjal terhadap kualitas kesehatan individu, serta menurunkan morbiditas dan mortalitas terkait permasalahan ginjal. Tahun ini HSG 2015 mengambil tema “Kesehatan Ginjal untuk Semua” untuk lebih meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai hal-hal apa saja yang dapat dilakukan dalam rangka memperbaiki dan mempertahankan kesehatan ginjal kita. Lanjutkan membaca “Kesehatan Ginjal untuk Semua”

Injeksi Insulin: Tips untuk Mengatur Gula Darah Anda

Diabetic itemsKendali gula darah merupakan kunci utama keberhasilan penanganan pasien dengan diabetes. Kendali gula darah yang baik telah terbukti mampu menekan angka kejadian komplikasi, baik jantung, ginjal, stroke maupun kerusakan saraf. Namun demikian, bagi para diabetesi yang menggunakan insulin menentukan dosis dan target gula darah sering menjadi kendala. Artikel ini akan membantu anda untuk mengendalikan gula darah menggunakan insulin dengan tiga langkah mudah, Tentukan target gula darah, Tentukan tipe/dosis insulin dan Tentukan hasil pengendalian gula darah. Lanjutkan membaca “Injeksi Insulin: Tips untuk Mengatur Gula Darah Anda”

Injeksi Insulin: Teknik Tepat untuk Dosis yang Akurat

Diabetic itemsDiabetes Mellitus tipe 2 (DMT2) merupakan salah satu penyakit tersering yang diderita oleh orang-orang masa kini. Berbagai faktor mulai dari genetik, gaya hidup sampai stres turut memicu terjadinya kondisi ini. Berbagai macam pengobatan telah dikembangkan untuk DMT2, mulai dari obat oral sampai injeksi insulin. Saat ini pengembangan injeksi insulin sudah sedemikian rupa, sehingga memudahkan bagi para diabetesi untuk mengendalikan gula darah mereka. Namun demikian, masih banyak dijumpai teknik injeksi insulin yang kurang tepat sehingga hasil kendali gula darahpun tidak optimal. Injeksi insulin yang tepat dapat disimpulkan sebagai 3 Tepat, yakni Tepat Waktu, Tepat Lokasi dan Tepat Teknik.

Lanjutkan membaca “Injeksi Insulin: Teknik Tepat untuk Dosis yang Akurat”

Jangan letakkan ponsel pintar dekat dengan jantung yang sakit

cell-phone-heart-monitor-537x378Sebuah studi yang dilakukan di Jerman menunjukkan pasien-pasien yang menggunakan alat pacu jantung (pacemaker) dan defibrilator kardioversi tanam (implantable cardioverter defibrilator/ICD) harus menjauhkan ponsel pintar mereka dari jantung untuk mencegah terjadinya inteferensi elektromagnetik. Carsten Lennerz MD, salah satu peneliti, menyebutkan “Alat pacu jantung dapat mendeteksi sinyal elektromagnetik dari ponsel pintar sebagai sinyal jantung, sehingga menyebabkan alat tersebut tidak bekerja dalam waktu singkat. Hal ini dapat menyebabkan penghentian ritme jantung dan pingsan. Sedangkan untuk ICD interferensi sinyal dapat menyerupai gangguan irama jantung berat, sehingga menyebabkan alat tersebut melepaskan kejutan listrik yang menyakitkan.” Lanjutkan membaca “Jangan letakkan ponsel pintar dekat dengan jantung yang sakit”

Hati-hati dengan aktivitas online anak remaja

G9kTei1EecOrangtua berhati-hatilah dengan aktivitas online anak remaja anda, selain risiko yang jelas seperti pelecehan seksual dan perkosaan seperti yang baru-baru ini terjadi dan menyebabkan seorang anak gadis bunuh diri, masih banyak hal lain yang mengancam pada saat anak remaja online tanpa pengendalian dan pengawasan yang baik. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa cyberbullying pada anak remaja menyebabkan terjadinya peningkatan risiko depresi dan beberapa gangguan psikologis lainnya. Lanjutkan membaca “Hati-hati dengan aktivitas online anak remaja”

Perlukah Demam Diobati?

Demam merupakan gejala yang paling sering menyebabkan anak dibawa berobat ke dokter. Secara khusus, anak yang paling sering dibawa ke dokter umumnya yang berusia di bawah 3 tahun. “Ada beberapa hal yang harus menjadi pertimbangan sebelum memutuskan apa yang harus dilakukan selanjutnya ketika menerima pasien dengan keluhan demam,” papar DR. Dr. Djatnika Setiabudi, Sp.A(K), MCTM, dari FK Universitas Padjajaran dalam acara Bogor Pediatric Update 2015, bulan Maret 2015 lalu. Lanjutkan membaca “Perlukah Demam Diobati?”