Kategori: Lupus dan Autoimunitas

Tanya Jawab Seputar Gluten dan Dampaknya pada ODAI

Rekan-rekan LDHS yang terkasih, kita tentu sudah sering mendengar mengenai gluten, diet rendah gluten, diet bebas gluten dan berbagai isu-isu lainnya terkait gluten dan dampaknya untuk ODAI. Namun demikian masih banyak kerancuan, keraguan dan kesalahan informasi yang beredar mengenai gluten dan dampaknya untuk ODAI, secara khusus pengaruhnya terhadap kekambuhan kondisi kita. Artikel ini akan mencoba membantu menjawab beberapa pertanyaan tersebut, mudah-mudahan bisa membantu rekan-rekan sekalian untuk lebih memahami mengenai gluten dan menyesuaikan gaya hidup kita sehingga semakin sehat lagi ya. Lanjutkan membaca “Tanya Jawab Seputar Gluten dan Dampaknya pada ODAI”

Memilih karbohidrat yang baik untuk ODAI

Karbohidrat merupakan salah satu komponen utama diet sehat dan seimbang, selain tentunya sayur, buah dan sumber protein seperti daging, tahu, tempe dan produk susu. Namun demikian tidak semua karbohidrat baik untuk dikonsumsi ODAI, yuk simak lebih lanjut untuk memahami prinsip-prinsip pemilihan karbohidrat yang baik untuk dikonsumsi.  Lanjutkan membaca “Memilih karbohidrat yang baik untuk ODAI”

Tips Travelling yang Aman bagi Orang dengan Autoimun (ODAI)

Sahabat Lima Dasar Hidup Sehat (LDHS), travelling atau jalan-jalan merupakan salah satu sarana terbaik untuk membuka wawasan, refresh pikiran dan juga relaksasi tubuh bagi para penyintas autoimun. Namun demikian tentunya agar perjalanan kita aman dan nyaman tanpa menjadi sesuatu yang mencetuskan flare atau membuat kita sakit, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan dan diperhatikan bagi ODAI. Tubuh kita para ODAI memang sensitif terhadap banyak hal, namun dengan persiapan dan perencanaan yang matang tidak ada hal yang tidak bisa kita lakukan dengan baik. Untuk mempermudah saya bagi menjadi 4 bagian ya, persiapan, transportasi, di lokasi dan di rumah, yuk kita cek satu-satu. Lanjutkan membaca “Tips Travelling yang Aman bagi Orang dengan Autoimun (ODAI)”

Bagaimana menjaga kesehatan tulang dan mencegah osteoporosis bagi penyintas autoimun

Kawan-kawan penyintas yang terkasih, kesehatan tulang merupakan salah satu kunci penting untuk menjalani hidup yang penuh aktivitas. Tanpa tulang yang sehat, kita terpapar mengalami risiko pengeroposan (osteoporosis) dan patah (fraktur) tulang yang akan menyebabkan terbatasnya mobilitas dan kesakitan. ODAI merupakan salah satu kelompok yang mengalami risiko tinggi osteoporosis, baik oleh karena sebagian besar merupakan wanita yang merupakan populasi kunci osteoporosis, namun juga oleh karena kondisi inflamasi, batasan paparan matahari dan diet serta penggunaan obat-obatan kortikosteroid. Penting bagi kawan-kawan ODAI untuk mengetahui bagaimana cara untuk menjaga kesehatan tulang kita untuk kini dan nanti yang dijabarkan dalam poin-poin singkat di bawah ini, selamat belajar. Lanjutkan membaca “Bagaimana menjaga kesehatan tulang dan mencegah osteoporosis bagi penyintas autoimun”

Plaquenil dan manfaatnya untuk kondisi Autoimun

Hydroxychloroquine (Plaquenil) adalah obat yang sangat penting untuk penanganan kondisi autoimun. Obat ini awalnya dipakai untuk mengobati atau mencegah malaria. Saat ini, Plaquenil dan antimalaria lainnya (chloroquine) juga digunakan untuk mengobati dan membantu mencegah gejala yang disebabkan oleh penyakit autoimun tertentu seperti rheumatoid arthritis (RA), lupus eritematosus sistemik, dan diskoid lupus, walaupun penyakit ini tidak disebabkan oleh parasit malaria. Plaquenil termasuk dalam kelas obat yang dikenal sebagai obat antirematik modifikasi penyakit (DMARDs).

Lanjutkan membaca “Plaquenil dan manfaatnya untuk kondisi Autoimun”

Vitamin D dan hubungannya dengan kondisi autoimunitas

Vitamin D mengacu pada serangkaian hormon steroid yang biasanya terkait dengan penyerapan dan kalsium serta fosfat. Vitamin D hadir dalam dua bentuk utama, vitamin D3 (cholecalciferol) dan vitamin D2 (ergocalciferol). Kedua bentuk vitamin D tersedia dalam jumlah terbatas pada sumber makanan dan sintesis vitamin D3 terkait matahari adalah sumber utama pada manusia. Setelah tertelan, vitamin D2 dan D3 pertama kali diproses hati dan kemudian menjalani hidroksilasi di ginjal untuk menjadi aktif. Bentuk aktif vitamin D3 dikenal dengan calcitriol, atau 1,25 (OH) 2D. Lanjutkan membaca “Vitamin D dan hubungannya dengan kondisi autoimunitas”

Mari mengenal lebih jauh mengenai pengobatan AI: Imunosupresan

Obat imunosupresan adalah golongan obat yang menekan, atau mengurangi, kekuatan sistem kekebalan tubuh. Beberapa obat ini digunakan untuk membuat tubuh tidak menolak organ transplantasi, seperti hati, jantung, atau ginjal, obat ini disebut obat anti-penolakan. Obat imunosupresan lainnya sering digunakan untuk mengatasi gangguan autoimun seperti lupus, psoriasis, dan rheumatoid arthritis. Lanjutkan membaca “Mari mengenal lebih jauh mengenai pengobatan AI: Imunosupresan”

Manfaat kortikosteroid untuk pengobatan autoimun

Kortikosteroid adalah obat buatan mirip dengan kortisol, hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal secara alami. Kortikosteroid sering disebut dengan istilah singkat “steroid.” Kortikosteroid berbeda dengan senyawa steroid terkait hormon pria yang terkadang disalahgunakan oleh para olahragawan. Golongan obat ini merupakan salah satu pengobatan autoimun yang utama, selain golongan imunosupresan (bisa dibaca lebih lengkap disini) Lanjutkan membaca “Manfaat kortikosteroid untuk pengobatan autoimun”

Mari mengenal lebih jauh mengenai Hepatitis Autoimun

Hepatitis autoimun adalah peradangan yang terjadi saat sistem kekebalan tubuh berbalik melawan sel hati. Penyebab pasti hepatitis autoimun tidak jelas, namun faktor genetik dan lingkungan berinteraksi seiring waktu dalam memicu penyakit ini. Hepatitis autoimun yang tidak diobati dapat menyebabkan pengerasan hati (sirosis) dan akhirnya gagal hati. Ketika didiagnosis dan diobati dini, hepatitis autoimun dapat dikontrol dengan obat-obatan yang menekan sistem kekebalan tubuh. Transplantasi hati mungkin menjadi pilihan ketika hepatitis autoimun tidak merespons dengan pengobatan obat atau bila penyakit hati sudah lanjut. Lanjutkan membaca “Mari mengenal lebih jauh mengenai Hepatitis Autoimun”

Mari mengenal Kondisi Autoimun Vaskulitis : Pengobatan dan Dukungan

Bagaimana cara mengobati vaskulitis?

Pengobatan berfokus pada pengendalian peradangan dengan obat-obatan dan mengatasi penyakit mendasar yang memicu vaskulitis Anda. Untuk vaskulitis, Anda bisa menjalani dua tahap pengobatan – pertama menghentikan peradangan dan kemudian mencegah kambuh (terapi pemeliharaan). Lanjutkan membaca “Mari mengenal Kondisi Autoimun Vaskulitis : Pengobatan dan Dukungan”