Pintar dan Bijak dalam Berobat untuk Autoimun

Salam sehat untuk para peserta grup LDHS di manapun berada. Sebagai penyintas autoimun, tentunya kita pernah dan mungkin masih mengkonsumsi obat-obatan baik untuk menekan maupun mengendalikan kondisi kita. Tentunya ada banyak hal yang perlu diketahui dan dipahami mengenai obat-obatan yang kita konsumsi. Tak kenal maka tak sayang, demikian kata pepatah, berlaku pula untuk obat-obatan yang kita konsumsi, semakin kita mengenal dan memahami maka kita akan semakin baik dalam mengambil keputusan dan melaksanakan bagian kita untuk mencapai kesehatan yang optimal. Lanjutkan baca “Pintar dan Bijak dalam Berobat untuk Autoimun”

Deteksi dini kanker payudara dengan SADARI

Kanker payudara adalah keganasan tersering dijumpai pada wanita seluruh dunia, terdapat 1,7 juta kasus baru setiap tahunnya dan kanker ini merupakan 12% dari kanker baru serta 25% dari kanker yang dijumpai di wanita. Kanker payudara dapat dijumpai pada setiap wanita, terlepas dari usia, status ekonomi dan pendidikan. Deteksi dini kanker payudara adalah kunci utama untuk pengobatan yang berhasil. Kanker payudara dapat diobati pada stadium dini namun mematikan pada stadium lanjut. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) merupakan cara mudah dan efektif untuk deteksi dini kanker payudara sebelum menyebar.

1-in-8-women1

Satu dari delapan wanita akan menderita kanker payudara sepanjang hidupnya. Gambar sumber dari http://www.healthline.com

Lanjutkan baca “Deteksi dini kanker payudara dengan SADARI”

Bagaimana caranya mengatur diet pada hipertensi?

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan masalah yang seringkali dijumpai oleh mayoritas orang, terutama setelah usia di atas 40 tahun untuk laki-laki dan 50 tahun untuk wanita. Pengaturan cara makan atau diet merupakan salah satu cara utama untuk dapat mengendalikan hipertensi dengan baik. Yuk kita belajar untuk mengenali dan mengendalikan hipertensi melalui pengaturan cara makan yang baik.

eat-less-salt-sodium.jpg

Salah satu kunci utama cegah hipertensi adalah kurangi asupan garam harian. Gambar dari http://www.health.harvard.edu

Lanjutkan baca “Bagaimana caranya mengatur diet pada hipertensi?”

Apakah ASI bisa membuat alergi?

Seorang teman saya baru-baru ini panik oleh karena bayinya yang baru berusia dua bulan tiba-tiba rewel dan buang air besar kehijauan berlendir. Dia takut apakah mungkin anaknya alergi dengan ASI, karena baru-baru ini dokter anaknya menyarankan untuk pantang ikan dan telur. Nah kawan-kawan yuk kita cermati apakah ada alergi terhadap susu? Jawaban gampangnya adalah tentu saja tidak, ASI adalah produk teralami yang dibentuk oleh alam untuk bisa sesuai dengan keperluan tumbuh kembang seorang anak, tapi tentu saja jawabannya tidak sesederhana demikian.

Lanjutkan baca “Apakah ASI bisa membuat alergi?”

Apa itu Lupus Eritematosus Sistemik?

Lupus Eritematosus Sistemik atau disingkat LES adalah penyakit autoimun,  dimana sistem imun menyerang tubuh kita sendiri. Bagian-bagian tubuh yang terkena bermacam ragam seperti kulit, sendi, ginjal, otak, dan organ-organ lainnya. Imun tubuh sebenarnya diperlukan untuk melawan virus, bakteri dan zat-zat asing lainnya yang masuk ke dalam tubuh. Namun, pada penyakit autoimun, sistem imun tubuh menyerang tubuhnya sendiri. Lanjutkan baca “Apa itu Lupus Eritematosus Sistemik?”

Mari mengenal HIV-AIDS lebih jauh

Oleh Audric Albertus S.Ked, dr. Stevent Sumantri Sp.PD

Menurut WHO (World Health Organization), telah lebih dari 70 juta orang yang terjangkit virus HIV dan sekitar 35 juta pasien meninggal karena HIV. Sebanyak 36,7 juta orang di dunia sudah terjangkit HIV sampai akhir 2015 dan sebanyak 1,1 juta orang meninggal karena penyakit ini.

hivaids

Mari mengenal lebih jauh mengenai HIV-AIDS, tanda gejala dan kapan anda harus memeriksakan diri.

Lanjutkan baca “Mari mengenal HIV-AIDS lebih jauh”

Mengenal lebih jauh mengenai alergi makanan

Apakah yang dimaksud alergi makanan?

Alergi makanan adalah reaksi tidak diharapkan terhadap bahan makanan yang disebabkan oleh mekanisme sistem imun, dalam hal ini adalah imunoglobulin E spesifik terhadap komponen makanan. Alergi makanan harus dibedakan dengan intoleransi makanan, di mana reaksi yang terjadi tidak disebabkan oleh karena mekanisme sistem imun. Reaksi alergi makanan bisa mulai dari gatal-gatal di kulit, bengkak di wajah dan sekitar mulut, konstipasi, diare sampai reaksi anafilaksis yang mengancam jiwa. Di lain hal, intoleransi makanan lebih sering dijumpai oleh masyarakat, terutama gejala diare atau sakit perut setelah makan makanan tertentu seperti produk susu (susu segar, bubuk, keju, krim dan mentega).

foodallergies

Makanan yang sering menyebabkan alergi, mulai dari udang, gandum, kacang-kacangan, susu dan produk susu serta telur.

Lanjutkan baca “Mengenal lebih jauh mengenai alergi makanan”

Tungau Debu Rumah dan Pencegahan Asma

Asma merupakan salah satu penyakit saluran pernapasan yang semakin sering kita jumpai saat ini. Gejala mulai dari batuk malam hari, sesak napas sampai serangan asma akut yang dapat berujung pada gagal napas serta kematian apabila tidak ditangani dengan baik. Kunci penanganan asma yang baik tidak hanya bergantung kepada obat-obatan, namun juga dengan pengendalian lingkungan yang baik. Hal-hal sederhana inilah yang sering dilupakan, baik oleh pasien dan juga dokter sehingga penanganan asma menjadi tidak optimal. Hari ini kita akan membahas salah satu pencetus asma yang paling sering ditemui, namun sering tidak kita sadari yakni tungau debu rumah.  Lanjutkan baca “Tungau Debu Rumah dan Pencegahan Asma”

WHO menerbitkan panduan klinis pertamanya mengenai Hepatitis C

getty_rm_illustration_of_hepatitis_cOrganisasi kesehatan dunia (WHO) baru-baru ini, di hadapan lebih dari 10.000 delegasi yang menghadiri International Liver Congress 2014 London, menerbitkan panduan klinis pertamanya mengenai tatalaksana Hepatitis C. Panduan klinis ini sangat ditunggu oleh karena besarnya dampak hepatitis C terhadap kesehatan dunia, saat ini virus tersebut telah menginfeksi lebih dari 130 juta orang di seluruh dunia dan menyebabkan 350.000-500.000 kematian setiap tahunnya. Semakin menyebarnya penyalahgunaan obat-obatan narkotika suntikan dan perilaku seks bebas semakin mempersulit penanganan infeksi ini, terutama di negara-negara berkembang di mana sarana dan prasarana kurang memadai. Lanjutkan baca “WHO menerbitkan panduan klinis pertamanya mengenai Hepatitis C”

Setelah metformin, apakah obat anti-diabetes baru lebih baik?

metforminPenggunaan sulfonilurea sebagai terapi lini kedua untuk diabetes tipe 2 sama efektifnya dengan obat-obatan yang lebih baru, namun jauh lebih murah, demikian hasil dari sebuah studi baru yang diterbitkan di jurnal Diabetes Care oleh Zhang Yuanhui dkk. dari University of North Carolina State. Para peneliti menjelaskan bahwa saat ini ada 11 golongan anti-diabetes yang disetujui, dengan Metformin sebagai terapi lini pertama oleh karena banyaknya bukti jangka panjang yang menunjukkan efektivitas dan keamanannya. Pada saat metformin sudah tidak mampu mempertahankan kendali glukosa maka anti-diabetik lainnya dapat ditambahkan. Namun demikian sampai saat ini tidak ada konsensus ataupun bukti-bukti yang mampu mendukung secara jelas pemilihan obat-obatan ini. Lanjutkan baca “Setelah metformin, apakah obat anti-diabetes baru lebih baik?”