Kesehatan Ginjal untuk Semua

wkd-logo-retina.pngHari Kamis kedua bulan Maret, yang pada tahun ini jatuh pada tanggal 12 Maret diperingati sebagai Hari Ginjal Sedunia (HSG). Hari Ginjal Sedunia diperingati mulai tahun 2006 dan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya ginjal terhadap kualitas kesehatan individu, serta menurunkan morbiditas dan mortalitas terkait permasalahan ginjal. Tahun ini HSG 2015 mengambil tema “Kesehatan Ginjal untuk Semua” untuk lebih meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai hal-hal apa saja yang dapat dilakukan dalam rangka memperbaiki dan mempertahankan kesehatan ginjal kita. Lanjutkan baca “Kesehatan Ginjal untuk Semua”

Perluasan Skala Global Terapi Antiretroviral

90Tahun 2015 ini ada yang spesial dari peringatan hari AIDS sedunia, ini merupakan tahun pertama dari penerapan strategi baru dalam usaha memerangi HIV-AIDS. Strategi yang mulai didengungkan oleh UNAIDS pada tahun 2014 disebut sebagai strategi 90-90-90. Strategi ini merupakan usaha untuk menekankan potensi terapi antiretroviral (ARV) untuk merubah arah epidemi HIV secara besar-besaran. Baru-baru ini semakin disadari potensi ARV untuk memperbaiki kualitas dan memperpanjang harapan hidup Orang Dengan HIV-AIDS (ODHA). Dengan dikembangkannya obat-obatan ARV efektif dan dengan efek samping yang minimal, saat ini dimungkinkan dimulainya pengobatan lebih awal, sebelum virus mempunyai kesempatan untuk merusak sistem imun.

Lanjutkan baca “Perluasan Skala Global Terapi Antiretroviral”

Inspirasi Saya: Zubairi Djoerban

Picture1 Sejarah epidemi HIV di Indonesia hampir tidak mungkin dipisahkan dari nama Zubairi Djoerban. Dilahirkan di Kauman, Yogyakarta, 11 Februari 1947, dari pasangan Djoerban Wachid dan Buchaeroh, Zubairi dikenal sebagai penemu kasus pertama sekaligus pionir penanganan HIV dan AIDS di negeri ini. Sempat ingin menjadi pilot, lalu “ditolak” menjadi dokter kandungan padahal “nilai ujian kebidananku bagus,” Zubairi muda menemukan jalan hidupnya di Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia setelah lulus dari FKUI pada 20 Desember 1971. Lanjutkan baca “Inspirasi Saya: Zubairi Djoerban”

Injeksi Insulin: Tips untuk Mengatur Gula Darah Anda

Diabetic itemsKendali gula darah merupakan kunci utama keberhasilan penanganan pasien dengan diabetes. Kendali gula darah yang baik telah terbukti mampu menekan angka kejadian komplikasi, baik jantung, ginjal, stroke maupun kerusakan saraf. Namun demikian, bagi para diabetesi yang menggunakan insulin menentukan dosis dan target gula darah sering menjadi kendala. Artikel ini akan membantu anda untuk mengendalikan gula darah menggunakan insulin dengan tiga langkah mudah, Tentukan target gula darah, Tentukan tipe/dosis insulin dan Tentukan hasil pengendalian gula darah. Lanjutkan baca “Injeksi Insulin: Tips untuk Mengatur Gula Darah Anda”

Injeksi Insulin: Teknik Tepat untuk Dosis yang Akurat

Diabetic itemsDiabetes Mellitus tipe 2 (DMT2) merupakan salah satu penyakit tersering yang diderita oleh orang-orang masa kini. Berbagai faktor mulai dari genetik, gaya hidup sampai stres turut memicu terjadinya kondisi ini. Berbagai macam pengobatan telah dikembangkan untuk DMT2, mulai dari obat oral sampai injeksi insulin. Saat ini pengembangan injeksi insulin sudah sedemikian rupa, sehingga memudahkan bagi para diabetesi untuk mengendalikan gula darah mereka. Namun demikian, masih banyak dijumpai teknik injeksi insulin yang kurang tepat sehingga hasil kendali gula darahpun tidak optimal. Injeksi insulin yang tepat dapat disimpulkan sebagai 3 Tepat, yakni Tepat Waktu, Tepat Lokasi dan Tepat Teknik.

Lanjutkan baca “Injeksi Insulin: Teknik Tepat untuk Dosis yang Akurat”

Jangan letakkan ponsel pintar dekat dengan jantung yang sakit

cell-phone-heart-monitor-537x378Sebuah studi yang dilakukan di Jerman menunjukkan pasien-pasien yang menggunakan alat pacu jantung (pacemaker) dan defibrilator kardioversi tanam (implantable cardioverter defibrilator/ICD) harus menjauhkan ponsel pintar mereka dari jantung untuk mencegah terjadinya inteferensi elektromagnetik. Carsten Lennerz MD, salah satu peneliti, menyebutkan “Alat pacu jantung dapat mendeteksi sinyal elektromagnetik dari ponsel pintar sebagai sinyal jantung, sehingga menyebabkan alat tersebut tidak bekerja dalam waktu singkat. Hal ini dapat menyebabkan penghentian ritme jantung dan pingsan. Sedangkan untuk ICD interferensi sinyal dapat menyerupai gangguan irama jantung berat, sehingga menyebabkan alat tersebut melepaskan kejutan listrik yang menyakitkan.” Lanjutkan baca “Jangan letakkan ponsel pintar dekat dengan jantung yang sakit”

Hati-hati dengan aktivitas online anak remaja

G9kTei1EecOrangtua berhati-hatilah dengan aktivitas online anak remaja anda, selain risiko yang jelas seperti pelecehan seksual dan perkosaan seperti yang baru-baru ini terjadi dan menyebabkan seorang anak gadis bunuh diri, masih banyak hal lain yang mengancam pada saat anak remaja online tanpa pengendalian dan pengawasan yang baik. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa cyberbullying pada anak remaja menyebabkan terjadinya peningkatan risiko depresi dan beberapa gangguan psikologis lainnya. Lanjutkan baca “Hati-hati dengan aktivitas online anak remaja”

Perlukah Demam Diobati?

Demam merupakan gejala yang paling sering menyebabkan anak dibawa berobat ke dokter. Secara khusus, anak yang paling sering dibawa ke dokter umumnya yang berusia di bawah 3 tahun. “Ada beberapa hal yang harus menjadi pertimbangan sebelum memutuskan apa yang harus dilakukan selanjutnya ketika menerima pasien dengan keluhan demam,” papar DR. Dr. Djatnika Setiabudi, Sp.A(K), MCTM, dari FK Universitas Padjajaran dalam acara Bogor Pediatric Update 2015, bulan Maret 2015 lalu. Lanjutkan baca “Perlukah Demam Diobati?”

Imunisasi: Halal atau Haram?

Picture2Tulisan ini dikutip dari Tabloid MD edisi Mei 2015, untuk berlangganan silahkan kirim email ke info@tabloidmd.com

Minggu terakhir di bulan April 2015, diperingati sebagai Pekan Imunisasi Dunia oleh World Health Organization. Peringatan serupa dilakukan pula oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia dengan mengadakan simposium media yang membahas berbagai isu imunisasi. Salah satu yang paling menarik perhatian peserta adalah paparan Dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K), yang merupakan Sekretaris Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (PP-IDAI), yang membahas isu halal atau haram vaksinasi. Lanjutkan baca “Imunisasi: Halal atau Haram?”

Banyak penderita lupus tidak patuh berobat

butterfly rashBanyak pasien-pasien dengan lupus tidak meminum obat-obatan sesuai dengan anjuran dokter, bahkan di negara maju seperti Amerika Serikat seperti yang baru-baru ini ditunjukkan oleh sebuah studi. Para peneliti yang mengevaluasi pasien-pasien dengan jaminan kesehatan Medicaid (serupa dengan JKN/BPJS di Indonesia) menemukan mereka seringkali tidak patuh terhadap pengobatannya. Selama pemantauan enam bulan, tingkat kepatuhan berobat pasien hanya berkisar antara 31-57% saja.

Lanjutkan baca “Banyak penderita lupus tidak patuh berobat”