Tag: autoimunitas

Tanya Jawab Seputar Gluten dan Dampaknya pada ODAI

Rekan-rekan LDHS yang terkasih, kita tentu sudah sering mendengar mengenai gluten, diet rendah gluten, diet bebas gluten dan berbagai isu-isu lainnya terkait gluten dan dampaknya untuk ODAI. Namun demikian masih banyak kerancuan, keraguan dan kesalahan informasi yang beredar mengenai gluten dan dampaknya untuk ODAI, secara khusus pengaruhnya terhadap kekambuhan kondisi kita. Artikel ini akan mencoba membantu menjawab beberapa pertanyaan tersebut, mudah-mudahan bisa membantu rekan-rekan sekalian untuk lebih memahami mengenai gluten dan menyesuaikan gaya hidup kita sehingga semakin sehat lagi ya. Lanjutkan baca “Tanya Jawab Seputar Gluten dan Dampaknya pada ODAI”

Tips Travelling yang Aman bagi Orang dengan Autoimun (ODAI)

Sahabat Lima Dasar Hidup Sehat (LDHS), travelling atau jalan-jalan merupakan salah satu sarana terbaik untuk membuka wawasan, refresh pikiran dan juga relaksasi tubuh bagi para penyintas autoimun. Namun demikian tentunya agar perjalanan kita aman dan nyaman tanpa menjadi sesuatu yang mencetuskan flare atau membuat kita sakit, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan dan diperhatikan bagi ODAI. Tubuh kita para ODAI memang sensitif terhadap banyak hal, namun dengan persiapan dan perencanaan yang matang tidak ada hal yang tidak bisa kita lakukan dengan baik. Untuk mempermudah saya bagi menjadi 4 bagian ya, persiapan, transportasi, di lokasi dan di rumah, yuk kita cek satu-satu. Lanjutkan baca “Tips Travelling yang Aman bagi Orang dengan Autoimun (ODAI)”

Bagaimana menjaga kesehatan tulang dan mencegah osteoporosis bagi penyintas autoimun

Kawan-kawan penyintas yang terkasih, kesehatan tulang merupakan salah satu kunci penting untuk menjalani hidup yang penuh aktivitas. Tanpa tulang yang sehat, kita terpapar mengalami risiko pengeroposan (osteoporosis) dan patah (fraktur) tulang yang akan menyebabkan terbatasnya mobilitas dan kesakitan. ODAI merupakan salah satu kelompok yang mengalami risiko tinggi osteoporosis, baik oleh karena sebagian besar merupakan wanita yang merupakan populasi kunci osteoporosis, namun juga oleh karena kondisi inflamasi, batasan paparan matahari dan diet serta penggunaan obat-obatan kortikosteroid. Penting bagi kawan-kawan ODAI untuk mengetahui bagaimana cara untuk menjaga kesehatan tulang kita untuk kini dan nanti yang dijabarkan dalam poin-poin singkat di bawah ini, selamat belajar. Lanjutkan baca “Bagaimana menjaga kesehatan tulang dan mencegah osteoporosis bagi penyintas autoimun”

Vitamin D dan hubungannya dengan kondisi autoimunitas

Vitamin D mengacu pada serangkaian hormon steroid yang biasanya terkait dengan penyerapan dan kalsium serta fosfat. Vitamin D hadir dalam dua bentuk utama, vitamin D3 (cholecalciferol) dan vitamin D2 (ergocalciferol). Kedua bentuk vitamin D tersedia dalam jumlah terbatas pada sumber makanan dan sintesis vitamin D3 terkait matahari adalah sumber utama pada manusia. Setelah tertelan, vitamin D2 dan D3 pertama kali diproses hati dan kemudian menjalani hidroksilasi di ginjal untuk menjadi aktif. Bentuk aktif vitamin D3 dikenal dengan calcitriol, atau 1,25 (OH) 2D. Lanjutkan baca “Vitamin D dan hubungannya dengan kondisi autoimunitas”

Mari mengenal lebih jauh mengenai pengobatan AI: Imunosupresan

Obat imunosupresan adalah golongan obat yang menekan, atau mengurangi, kekuatan sistem kekebalan tubuh. Beberapa obat ini digunakan untuk membuat tubuh tidak menolak organ transplantasi, seperti hati, jantung, atau ginjal, obat ini disebut obat anti-penolakan. Obat imunosupresan lainnya sering digunakan untuk mengatasi gangguan autoimun seperti lupus, psoriasis, dan rheumatoid arthritis. Lanjutkan baca “Mari mengenal lebih jauh mengenai pengobatan AI: Imunosupresan”

Mari mengenal Kondisi Autoimun Vaskulitis : Tanda dan Gejala

Vaskulitis adalah kondisi peradangan yang terjadi di pembuluh darah. Kondisi ini menyebabkan perubahan pada dinding pembuluh darah, termasuk penebalan, pelemahan, penyempitan atau jaringan parut. Perubahan ini bisa membatasi aliran darah, mengakibatkan kerusakan organ dan jaringan. Ada banyak jenis vaskulitis, dan kebanyakan dari kondisi-kondisi ini¬† jarang terjadi. Vaskulitis mungkin hanya mempengaruhi satu organ, atau beberapa organ. Kondisinya bisa bersifat jangka pendek (akut) atau Panjang (kronis). Vaskulitis dapat menyerang siapa saja, meskipun beberapa jenis lebih umum terjadi pada kelompok tertentu. Bergantung pada jenis yang diderita, kondisi anda bisa membaik tanpa pengobatan. Beberapa jenis lainnya memerlukan obat untuk mengendalikan peradangan dan mencegah flare-up. Vaskulitis juga dikenal sebagai angiitis dan arteritis. Lanjutkan baca “Mari mengenal Kondisi Autoimun Vaskulitis : Tanda dan Gejala”

Bagaimana dokter mengobati Sindrom Sjogren

Sindrom Sjogren adalah gangguan sistem kekebalan tubuh yang dikarakteristikkan oleh dua gejala paling umum – mata kering dan mulut kering. Meskipun Anda dapat menderita Sindrom Sjogren pada usia berapapun, kebanyakan orang berusia di atas 40 tahun pada saat diagnosis. Kondisinya jauh lebih umum pada wanita. Pengobatan berfokus pada menghilangkan gejala.

Lanjutkan baca “Bagaimana dokter mengobati Sindrom Sjogren”

Bagaimana dokter mendiagnosis Sindrom Sjogren

Sindrom Sjogren adalah gangguan sistem kekebalan tubuh yang dikarakteristikkan oleh dua gejala paling umum – mata kering dan mulut kering. Kondisi ini sering menyertai gangguan sistem kekebalan tubuh lainnya, seperti RA dan lupus. Pada Sindrom Sjogren, selaput lendir dan kelenjar yang mengeluarkan cairan di mata dan mulut Anda biasanya terkena dampak pertama – mengakibatkan penurunan air mata dan air liur.

Lanjutkan baca “Bagaimana dokter mendiagnosis Sindrom Sjogren”